Lewati ke konten utama

Empat Hari Berturut-turut Ruas Jalan Ahmad Yani Timika "Dilanda" Tawuran, Polsek Miru Bentuk Tim Gabungan

RedaksiPenulis
01.07 WIT2 menit baca6 dibaca
ff9daeca 23f9 4143 b002 90f622278a77
ff9daeca 23f9 4143 b002 90f622278a77Foto / MIMIKA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Tawuran antar kelompok anak-anak terjadi selama empat hari berturut-turut di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di Kompleks Bambu Kuning, Lorong Singaraja, dan SD Inpres Koperapoka, sejak Minggu (2/3) hingga Kamis (6/3) dini hari, mulai pukul 12.00 WIT hingga 04.00 WIT. Peristiwa ini mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sehingga Polsek Mimika Baru (Miru) membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Putut Yudha Pratama, Kamis (6/3), mengatakan pihaknya telah mengambil langkah antisipasi guna mencegah situasi semakin meluas serta memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Menurutnya, dalam penanganan tawuran ini, aparat keamanan mendapat perlawanan dari kelompok anak-anak yang terlibat. Mereka melakukan provokasi dengan melontarkan ejekan, tantangan, hingga melempari petugas dengan batu.

"Langkah yang kami ambil adalah menerjunkan personel gabungan dari Sat Sabhara Polres Mimika langsung ke lokasi kejadian untuk membubarkan kelompok anak-anak yang terlibat tawuran," ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolsek mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Mimika membentuk tim gabungan guna mengungkap motif dibalik aksi tawuran yang kerap terjadi serta mengidentifikasi para pelaku.

"Kami juga akan melakukan penangkapan terhadap pelaku tawuran dan memanggil orang tua mereka untuk diberikan pemahaman," tambahnya.

Selain langkah penegakan hukum, Kapolsek juga mengimbau tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta para orang tua untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dengan memberikan pemahaman dan pengawasan lebih ketat terhadap anak-anak mereka.

"Keamanan dan kenyamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami harap ada kerja sama yang baik antara masyarakat, tokoh-tokoh setempat, serta para orang tua untuk menjaga situasi tetap kondusif," pungkasnya.(ron)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.