Lewati ke konten utama

Pemerintah Mimika Wujudkan Pembangunan dari Kampung ke Kota Lewat Program Air Bersih

Redaksi FPPenulis
19.50 WIT2 menit baca10 dibaca
IMG-20250721-WA0037
IMG-20250721-WA0037Foto / MIMIKA
Bagikan berita ini
Aa

Mimika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang merata dari kampung hingga ke wilayah perkotaan.

Setelah sukses meluncurkan program distribusi air bersih di kawasan kota pada 12 Juli 2025 lalu, Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong kini merencanakan peluncuran program serupa untuk masyarakat di wilayah pesisir.

Bupati Mimika, Johannes Rettob kepada fajarpapua.com, menegaskan bahwa upaya pembangunan ini merupakan bagian dari janji politiknya untuk membangun Mimika secara menyeluruh.

“Ini sebagai wujud nyata dari janji saya bersama Wakil Bupati Mimika untuk membangun Mimika dari kampung ke kota,” tegas Johannes Rettob.

Bupati Rettob menyebutkan, program penyediaan air bersih di wilayah pesisir akan difokuskan di empat lokasi utama yakni Atuka, Kokonao, Amar, dan Uta.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Mimika dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berbeda dengan wilayah perkotaan yang mengandalkan sumur bor, di wilayah pesisir, sumber air bersih akan diambil dari sungai yang kemudian diolah menggunakan teknologi khusus agar menjadi layak pakai.

Teknologi ini dikembangkan oleh BRIN sebagai bagian dari komitmen lembaga tersebut dalam menjawab tantangan ketersediaan air bersih di daerah terpencil.

"Jadi penyediaan air bersih di sana (pesisir) tidak diambil dari air sumur, melainkan dari air sungai yang kemudian diolah menjadi air layak pakai," jelas Bupati.

BRIN selama ini dikenal aktif dalam mengembangkan inovasi seperti teknologi pengolahan air, pemanenan air hujan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna untuk menjangkau daerah-daerah sulit akses.

Dengan peluncuran program ini, Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga menyentuh masyarakat di kampung-kampung dan wilayah pesisir yang selama ini kerap tertinggal. (mas)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.