Timika, fajarpapua.com – Bupati Mimika Johannes Rettob mengumumkan rencana peluncuran program Sekolah Sepanjang Hari yang akan mulai diuji coba pada September 2025.
Program ini digagas bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah sebagai terobosan baru di bidang pendidikan.
Menurut Bupati Rettob, konsep Sekolah Sepanjang Hari dirancang untuk menghadirkan kegiatan belajar terintegrasi sejak pagi hingga sore.
Selama di sekolah, siswa tidak hanya mengikuti pelajaran, tetapi juga mendapatkan fasilitas makan, mandi, doa bersama, hingga bimbingan dalam mengerjakan pekerjaan rumah.
“Anak-anak akan tetap berada di sekolah dari pagi sampai sore. Namun, orang tua tetap memiliki peran penting, misalnya mengantar anak di pagi hari. Program ini tidak akan menjauhkan anak dari keluarganya,” jelas Bupati Rettob.
Sebagai tahap awal, uji coba program akan dilaksanakan di SD YPPK Kokonao dan SD Negeri Kokonao di Distrik Mimika Barat.
Hasil pelaksanaan di dua sekolah tersebut akan menjadi model pengembangan untuk sekolah lain pada tahun-tahun berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk tenaga pendidik. Untuk sementara, pelaksanaan program akan didampingi oleh enam pembina khusus.
Para guru reguler tetap mengajar sesuai jam sekolah, sedangkan pembina mendampingi siswa hingga sore hari.
Dalam mendukung implementasi, Pemkab Mimika juga menjalin kerja sama dengan Universitas Papua (UNIPA) Manokwari yang dalam waktu dekat akan menandatangani nota kesepahaman.
Bupati Rettob menegaskan, program ini berbeda dengan konsep Sekolah Rakyat yang akan diterapkan.
Jika Sekolah Rakyat tidak tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), maka Sekolah Sepanjang Hari tetap berada dalam jalur pendidikan formal.
“Tujuan utama program ini adalah membangun generasi yang cerdas, mandiri, dan disiplin, dengan tetap melibatkan peran orang tua,” tegas Bupati Rettob. (moa)