BERITA UTAMAMIMIKA

Keakraban Bupati Mimika Dengan Anak-anak Kampung Iwaka, Johannes Rettob: Bis Gratis to, Kalau Suruh Bayar Nanti Lapor Bapak

45
×

Keakraban Bupati Mimika Dengan Anak-anak Kampung Iwaka, Johannes Rettob: Bis Gratis to, Kalau Suruh Bayar Nanti Lapor Bapak

Share this article
Kunjungan Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob ke kompleks bekas Sekolah Asrama di Distrik Iwaka pada Rabu (27/8)

Penulis : Mustofa
(Redaktur fajarpapua.com)

KUNJUNGAN Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob ke kompleks bekas Sekolah Asrama di Distrik Iwaka pada Rabu (27/8) menyisakan sedikit kisah manis.

Bagaimana tidak ditengah kesibukan mendamping tim dari Kementerian Sosial Republik Indonesia meninjau lokasi yang rencananya akan dijadikan Sekolah Rakyat, Bupati Rettob memanfaatkan waktu istirahat untuk berinteraksi dan bersilaturahmi dengan masyarakat.

Sesuatu yang unik terlihat saat orang nomor satu di Kabupaten Mimika itu bercengkerama dengan anak-anak yang terlihat berkerumun di area gedung sekolah yang dijadikan tempat ibadah.

Dengan ramah layaknya seorang Bapak, Bupati Rettob awalnya memanggil sejumlah anak usia sekolah yang sejak kedatangan rombongan berada di lokasi.

“Kamu dua masih sekolah?,” tanya Bupati Rettob mengawali perbincangan dengan anak-anak tersebut.

Dengan sigap dan malu-malu, mereka dengan lantang menjawab “Masih sekolah bapak,” ujarnya bersamaan menjawab.

“Kamu sekolah dimana,” lanjut Bupati Rettob sambil menyalami keduanya yang bersikap taksim.

“Saya sekolah di SD Iwaka,” ujar salahsatu anak yang memang tinggal di Iwaka Kampung.

Keakraban Bupati Rettob dan anak-anak tersebut semakin terasa karena ternyata salahsatu dari mereka orang tuanya berasal dari Kampung Ipaya, Distrik Amar.

Untuk diketahui Bupati Rettob sendiri lahir pada 19 Oktober 1962 di Kokonao, Mimika Barat sehingga diangkat sebagai anak adat dengan nama “Paniti”.

Ayah dan ibu Bupati Rettob merupakan guru perintis pendidikan dan agama Katolik yang mengabdi untuk masyarakat Suku Kamoro, mulai dari Amar, Pronggo, Kaugapu, Iwaka, hingga ke Ipaya.

Dalam percakapan itu, Bupati Rettob memuji kedua siswa karena tetap mengetahui asal-usul mereka sebagai anak dari Suku Kamoro.

“Kamu pernah ke Ipaya? Berarti saya kamu punya tete karena saya juga dari Ipaya,” ujar Bupati Rettob yang disambut gelak tawa warga yang hadir.

Dikesempatan itu Bupati Rettob juga memberikan wejangan agar anak-anak tetap rajin bersekolah serta memberi motivasi membuat anak-anak senang dan bahagia.

Bupati Rettob mengungkapkan meski tempat tinggal anak-anak cukup jauh dari lokasi sekolah, namun dirinya berharap mereka tidak patah semangat.

Apalagi saat ini Pemkab Mimika juga menyiapkan fasilitas bis untuk melayani warga termasuk para siswa yang bermukim di Kampung Iwaka.

“Kalian ke sekolah naik apa? Bis gratis to, kalau suruh bayar nanti lapor ke Bapak Bupati,” canda Bupati Rettob yang kembali membuat warga tertawa.

Bupati Rettob juga berpesan agar anak-anak belajar dengan tekun agar bisa berprestasi dan menggapai cita-cita mereka.

Sebagai informasi tambahan Pemkab Mimika, dibawah kepemimpinan Johannes Rettob – Emanuel Kemong berkomitmen membangun pendidikan dari kampung guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di setiap kampung.

Bupati Rettob berpendapat dunia pendidikan di kampung masih jauh tertinggal dengan yang ada di wilayah perkotaan.

“Untuk itu fokus kami bagaimana pendidikan di daerah pedesaan bisa berkembang dengan fokus pada peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas guru,” katanya.

Menurut Bupati Rettob, pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama terlibat dalam pengembangan pendidikan di kampung.

“Dengan kerja sama antara pemerintah daerah bersama PT Freeport Indonesia dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro maka pendidikan di kampung bisa lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.

Dirinya juga berharap semua pemangku kepentingan bisa bergandengan tangan untuk memajukan pendidikan di Mimika.

“Dengan demikian anak-anak Mimika bisa menjadi generasi muda yang unggul dan berdaya saing di segala bidang,” katanya lagi

Pihaknya mengapresiasi semua pemerhati pendidikan, secara khusus para guru, untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan di daerah tersebut. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *