Timika, fajarpapua.com – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika dibawah pimpinan Samuel Yogi menjalin kerjasama dengan Lapas Kelas IIB Timika dalam rangka pemberdayaan warga binaan.
Dalam pertemuan awal bersama pihak Lembaga Pemasyarakatan, Samuel Yogi menekankan pentingnya sinergi dalam pengembangan produk UMKM di lingkungan Lapas. Ia menilai langkah ini sebagai strategi awal untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan pihak pemasyarakatan.
“Kita berharap melalui kerjasama ini, dapat terbangun sentra-sentra UMKM yang mengedepankan produk dari warga binaan,” ujar Samuel Yogi.
Menurutnya, pemerintah daerah akan memberikan dukungan berupa pelatihan, permodalan, hingga fasilitas pembangunan sentra UMKM di Lapas. Meski koperasi sudah ada di dalam Lapas, kontribusi bagi pemberdayaan warga binaan dinilai belum optimal.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk mengikutsertakan produk-produk UMKM dari warga binaan dalam berbagai festival dan pameran. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memberdayakan mereka agar dapat mandiri,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) akan dilakukan untuk mengatur langkah-langkah konkret dalam kerjasama ini. Samuel Yogi menegaskan komitmen pemerintah tidak hanya sebatas memberi motivasi, tetapi juga memfasilitasi pelatihan serta edukasi yang dibutuhkan.
Kepala Lapas Kelas IIB Timika, Mansur Yunus Gafur, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan keterampilan para warga binaan.
“Pemberdayaan warga binaan bukan hanya tugas satu pihak. Kami berharap dengan komunikasi yang baik dan dukungan dari Dinas Koperasi, kami dapat memaksimalkan potensi yang ada di Lapas,” ungkapnya.
Melalui kerjasama ini, baik Dinas Koperasi maupun pihak Lapas optimistis program tersebut akan memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya warga binaan, dalam meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian di masa mendatang. (Elis)