Timika, fajarpapua.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika melaksanakan lokakarya penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) tahap II dengan melibatkan para pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, mewakili Bupati Mimika, berlangsung di Grand Tembaga Hotel Timika, Jumat (29/8), dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Papua.
Melalui lokakarya ini, BPBD Mimika berupaya memperluas pemahaman bersama mengenai pentingnya dokumen RPB sebagai panduan strategis penanggulangan bencana lima tahun ke depan. Selain itu, forum ini juga digunakan untuk menghimpun masukan, saran, dan data awal dari para stakeholder guna memperkaya substansi dokumen.
Dalam sambutannya, Frans Kambu menegaskan pentingnya mengubah paradigma penanggulangan bencana dari yang reaktif menjadi proaktif dan preventif. Menurutnya, penanggulangan bencana bukan sekadar urusan respons darurat, tetapi harus dilihat sebagai satu siklus utuh mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
“Kita tidak pernah berharap bencana terjadi, namun kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk meminimalkan dampak dan mempercepat pemulihan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyusunan RPB akan bermakna jika dikerjakan bersama, melibatkan semua unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, serta TNI/Polri melalui prinsip kolaborasi pentahelix. “Dokumen ini akan menjadi peta jalan, panduan strategis, dan komitmen bersama dalam mengurangi risiko bencana di Kabupaten Mimika,” katanya.
Lokakarya dihadiri perwakilan kantor SAR Timika, Polres Mimika, Kodim 1710, OPD terkait, Rescue PTFI, relawan, serta stakeholder lainnya yang berkomitmen mendukung penyusunan RPB Mimika. (ron)