Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika mengirim tim khusus ke Kapiraya guna membuka ruang dialog bagi masyarakat yang berselisih.
Pj Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau menyampaikan pembentukan tim khusus merupakan respon pemerintah atas dinamika yang belakangan berkembang di Kapiraya.
Ia menekankan, konflik yang saat ini terjadi bukanlah gambaran asli hubungan masyarakat setempat.
“Kapiraya itu selama ini merupakan kawasan yang dihuni berbagai suku dan mereka hidup berdampingan. Ada persoalan baru yang kemudian memicu ketegangan, termasuk isu tapal batas yang menjadi pemantik,” terangnya.
Menurut Abraham, pemerintah tidak ingin kondisi tersebut meluas. Karena itu, koordinasi dengan Polri-TNI telah dilakukan lebih awal untuk memastikan keamanan di lapangan tetap terkendali.
“Pengamanan sudah berjalan. TNI–Polri berada di lokasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan warga tetap merasa aman,” ujar Abraham.
Tim khusus yang dibentuk Pemkab kini hanya menunggu perintah akhir untuk diberangkatkan. Mereka akan membawa agenda mediasi, penyampaian imbauan, dan langkah-langkah yang mendukung penyelesaian masalah secara damai.
“Kami sudah siap. Begitu ada instruksi, tim langsung bergerak. Kalau bukan hari ini, kemungkinan besar besok kami turun bersama unsur DPR,” jelasnya
Pemkab Mimika berharap pendekatan dialogis ini mampu meredakan ketegangan di Kapiraya serta mengembalikan kondisi sosial masyarakat seperti semula. (moa)
