BERITA UTAMA

Tragedi Malam Natal di Perairan Waindu Yapen: 3 Selamat, 1 Tewas, 17 Masih Hilang, TNI AU Kerahkan CN-235

107
×

Tragedi Malam Natal di Perairan Waindu Yapen: 3 Selamat, 1 Tewas, 17 Masih Hilang, TNI AU Kerahkan CN-235

Share this article
Tim gabungan saat akan melakukan pencarian

Kepulauan Yapen, fajarpapua.com — Operasi pencarian korban kecelakaan laut yang menimpa sebuah speedboat di Perairan Waindu, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan.

Untuk memperkuat upaya pencarian, TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat CN-235 dari Skadron Udara 27 Lanud Manuhua, Biak.

iklan

Pesawat CN-235 tersebut melaksanakan patroli udara dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna mempercepat proses pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.

Keterlibatan unsur udara dinilai sangat penting mengingat luasnya wilayah perairan serta kondisi geografis yang menantang.

Dalam siaran persnya, Dinas Penerangan TNI AU menyatakan dukungan pesawat udara diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi SAR, terutama dalam mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban di laut terbuka.

Kronologi Kejadian

Kecelakaan laut ini terjadi pada Rabu malam, 24 Desember 2025, atau malam menjelang perayaan Natal.

Speedboat berbahan fiber bermesin 40 PK yang mengangkut 21 penumpang bertolak dari Kota Serui menuju Kampung Waindu sekitar pukul 16.30 WIT.

Namun, sekitar pukul 20.00 WIT, saat memasuki Perairan Waindu, kapal diterjang angin kencang disertai gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

Malam yang semula diharapkan menjadi momen sukacita Natal pun berubah menjadi tragedi bagi para penumpang.

Informasi awal kecelakaan ini pertama kali diketahui dari warga yang sedang memancing di sekitar lokasi kejadian, kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang sehingga operasi pencarian segera dilakukan.

Data Korban

Berdasarkan data yang dirilis hingga Sabtu, 27 Desember 2025, pukul 22.33 WIT, tercatat tiga orang korban ditemukan selamat, yakni Usman Asis (37), Santi Rontini (26) dan Hengki Injoroweri (40).

Sementara satu korban anak ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, atas nama Sarah Injoroweri (12).

Adapun 17 korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian, yaitu: Yakoba Swom (37), Alfonsina Injoroweri (17), Ester Injoroweri (4), Ajay Injoroweri (2,6), Charles Injoroweri (33), Ona Poppi Ampasoi (32), Yone Olivia Injoroweri (9), Hendrik Injoroweri (5), Aliando Brayen Injoroweri (2), Teri Brando Injoroweri (8), Johanis Injoroweri (60), Ivon Injoroweri (6), Naftali Injoroweri (19), Mey (1,7), Maria Injoroweri (35), Hendrik Injoroweri (10), dan Arius Mabui (52).

Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Basarnas Serui, Thommy M. Lewerissa, menjelaskan korban selamat pertama yang ditemukan adalah Usman Asis Aninam, seorang mantri Puskesmas Waindu.

“Korban ditemukan terapung di Perairan Selat Sasorai, Distrik Kurudu, pada Kamis pagi oleh Kepala Kampung Kurudu saat hendak memancing. Korban dalam kondisi selamat, hanya mengalami kelelahan dan langsung dievakuasi ke Kampung Kurudu,” ujar Thommy.

Setelah itu, dua korban selamat lainnya, yakni Santi Rontini (Suster Puskesmas Waindu) dan Hengki Injoroweri (Bendahara Kampung Waindu), ditemukan pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIT di perairan antara Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Biak, lebih mengarah ke wilayah Biak.

“Keduanya selamat, namun mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh yang diduga akibat kontak langsung dengan jerigen berisi BBM yang digunakan sebagai pelampung dan bercampur air laut,” jelasnya.

Dalam operasi ini, Basarnas turut mengerahkan tim dari Basarnas Biak dengan satu kapal SAR dan dua unit perahu karet, mengingat keterbatasan armada di Serui serta banyaknya jumlah korban.

“Pola pencarian akan diperluas mengikuti arah arus dan angin dominan ke arah Biak dan Dawai. Pergerakan korban dari titik awal kejadian sudah mencapai sekitar 5 hingga 6 mil laut,” tambah Thommy.

Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, TNI-Polri, Polairud, serta masyarakat Kampung Waindu dan Kurudu.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan. Masyarakat diimbau untuk mendoakan agar seluruh korban dapat segera ditemukan serta kondisi cuaca tetap mendukung kelancaran operasi SAR. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *