Timika, fajarpapua.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikaperayau, mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Kabupaten Mimika bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menangani bencana serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak di Distrik Jila.
Menurut Primus, langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons kondisi darurat di Distrik Jila memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan rasa aman dan ketenangan di tengah situasi pascabencana dan pengungsian.
“Langkah cepat ini patut diapresiasi karena masyarakat Distrik Jila bisa segera merasakan rasa aman dan damai. Ini merupakan hal yang sangat baik dan harus terus dipertahankan,” ujar Primus, Sabtu (3/1).
Ia menegaskan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan DPRK menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Dengan kerja sama yang solid, setiap permasalahan diyakini dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Di akhir pernyataannya, Primus Natikaperayau memastikan DPRK Mimika akan terus mendukung setiap langkah cepat pemerintah daerah selama berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Harapan kami, penanganan seperti ini tidak hanya dilakukan di Distrik Jila, tetapi juga dalam menyelesaikan berbagai persoalan lain di seluruh wilayah Kabupaten Mimika, sesuai dengan mekanisme dan proses yang berlaku,” pungkasnya
Sejalan dengan itu, bantuan Pemerintah Kabupaten Mimika yang baru-baru ini disalurkan kepada masyarakat pengungsi di Distrik Jila juga mendapat apresiasi dari tokoh pemuda setempat.
Tokoh Pemuda Distrik Jila, Elly Dolame, yang ikut mengawal langsung pendistribusian Bahan Makanan (Bama) dari Kota Timika ke Distrik Jila selama tiga hari berturut-turut, mulai 22 hingga 24 Desember 2025, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu masyarakat.
Kepada fajarpapua.com, Jumat (2/1), Elly mengungkapkan bahwa total bantuan makanan yang disalurkan mencapai sekitar 32 ton.
Bantuan tersebut terdiri dari beras, telur, mie instan, bumbu dapur, sabun mandi, serta kebutuhan pokok lainnya.
Menurut Elly, di tengah keterbatasan akses dan situasi sulit, khususnya pada masa perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, kehadiran pemerintah menjadi harapan besar bagi masyarakat pengungsi.
“Di saat masyarakat sulit mendapatkan bahan makanan, justru bantuan ini datang. Pemerintah memastikan warganya tidak kelaparan di lokasi pengungsian,” ujarnya.
Elly menjelaskan, bantuan tersebut telah didistribusikan kepada seluruh pengungsi yang tersebar di tiga kampung di sekitar ibu kota Distrik Jila.
“Bantuan ini sangat membantu sekali,” tutur Elly.
Ia pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan pengungsi.
“Saya, Elly Dolame, mewakili masyarakat dan tim, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika bersama seluruh OPD, dan secara khusus kepada Bapak Frans Kambu yang telah mengawal pendistribusian bantuan hingga selesai,” tambahnya.
Sementara itu, gelombang pengungsian di Distrik Jila diketahui mulai terjadi pasca operasi penyisiran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada 10 Desember 2025.
Akibat situasi tersebut, masyarakat terpaksa meninggalkan rumah, ternak, serta kebun yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan.
Kondisi ini menyebabkan masyarakat menjadi terisolasi. Layanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas pemerintahan di Distrik Jila sempat lumpuh, sementara akses terhadap pasokan bahan makanan sangat terbatas.
Hingga saat ini, menurut Elly, para pengungsi masih berada di lokasi pengungsian dan belum kembali ke kampung halaman masing-masing. Meski demikian, kondisi keamanan di Distrik Jila untuk sementara dinyatakan kondusif. (moa)

