Timika, fajarpapua.com – Setelah mendapat penolakan oleh pihak Dang karena korban dibakar di wilayahnya, akhirnya Pemda Puncak bersama keluarga membakar jenazah Jori Murib ditengah-tengah batas kedua kubu, Selasa (26/12) pukul 14.15 WIT.
Proses pembakaran jenazah dilakukan dengan pengawalan penuh aparat Polsek Kwamki Narama, Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berupaya menggagalkan kegiatan itu.
Sekda Puncak Nenu Tabuni mengatakan, setelah pembakaran jenazah harus dilakukan perdamaian.
“Setelah ini harus dilakukan perdamaian, memang banyak tahapan yang harus dilalui. Dengan adanya pembakaran ini kami Pemerintah minta tidak ada lagi perang, orang diluar tertawa kita. Masyarakat Puncak ini yang perang kamu tobat sekarang dan berhenti,” katanya.
Sekda Nenu menegaskan, setelah ini pihaknya akan melakukan tahapan perdamaian. Namun jika masih saja ada aksi saling serang akan diproses hukum.
“Saya minta kedua belah pihak hargai pemerintah dan aparat keamanan kita yang sudah hadir dan lakukan pengamanan sejak terjadinya perang. Jika besok masih perang itu ceritanya lain, semua kami proses hukum,” tegasnya.(ron)






