Timika, fajarpapua.com – Warga SP 5 Distrik Iwaka akhirnya membuka palang jalan setelah ditemui langsung Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dalam aksi protes akibat banjir yang terus berulang setiap musim hujan, Kamis (7/1/2026).
Tokoh masyarakat SP 5, Litinaus Kiwak mengatakan, aksi pemalangan dilakukan murni karena kekecewaan warga terhadap kondisi Kali Piuka yang kerap meluap dan merendam permukiman. Luapan air tidak hanya terjadi di SP 5, tetapi juga berdampak ke wilayah lain diantaranya SP 12, SP 7 dan SP 9.
“Kami palang jalan murni karena tidak puas. Kali Piuka ini kalau hujan selalu meluap. Jalur 10 SP 5 jadi sasaran, termasuk tujuh kampung di Distrik Iwaka. Tiap tahun kalau hujan, rumah dan kebun terendam,” kata Litinaus.
Ia menyebutkan, warga sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah, namun hingga kini belum ada penanganan nyata di lapangan. Menurutnya, janji perbaikan hanya disampaikan secara lisan tanpa tindak lanjut.
“Kami pernah datangkan pemerintah, dijawab nanti diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada. Distrik Iwaka tolong dihargai. Kami tidak minta macam-macam, dari tikungan sampai kampung tiap tahun kami kena dampak,” ujarnya.
Saat membuka palang, warga menyampaikan dua tuntutan utama, yakni pembongkaran saluran irigasi yang dinilai menghambat aliran air serta normalisasi Kali Piuka agar alirannya kembali lurus dan tidak meluap ke permukiman.
Keluhan serupa juga disampaikan seorang ibu warga SP 5 yang mengaku rumahnya kerap dimasuki air saat hujan deras. Selain merusak perabotan, banjir juga menghancurkan kebun yang menjadi sumber penghidupan keluarga.
“Air masuk rumah, kebun rusak. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena air penuh,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, dirinya bersama Wakil Bupati baru sekitar tujuh bulan memimpin Mimika. Ia menegaskan kehadirannya di SP 5 sebagai bentuk respon cepat atas keluhan masyarakat, meski saat bersamaan pemerintah daerah sedang menangani persoalan konflik di Distrik Kwamki Narama.
“Kami baru tujuh bulan. Kami datang karena dengar ada banjir di Iwaka. Kami tinggalkan dulu masalah Kwamki Narama untuk datang ke sini,” kata Bupati Rettob.
Ia memastikan pemerintah daerah akan segera mengambil langkah konkret sesuai permintaan warga.
Bupati Mimika memerintahkan Dinas PUPR agar saluran irigasi yang menghambat aliran air segera dibongkar dan Kali Piuka dilakukan normalisasi agar alirannya kembali lurus.
“Segera bongkar irigasi dan luruskan kali,” ujarnya di hadapan warga.
Usai pertemuan tersebut, warga SP 5 membuka palang jalan dan berharap pemerintah daerah segera merealisasikan janji penanganan banjir agar kejadian serupa tidak selalu terulang setiap tahun.(fan)






