Timika, fajarpapua.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proses evaluasi pasca-insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, telah selesai dilakukan.
Meski demikian, hingga saat ini area tambang yang dioperasikan PT Freeport Indonesia (PTFI) tersebut masih belum diizinkan untuk kembali beroperasi.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa hasil evaluasi menyimpulkan kondisi tambang GBC belum memungkinkan untuk dilakukan aktivitas penambangan.
“Evaluasi untuk Freeport yang longsor sebetulnya sudah selesai. Namun, terkait penyelesaiannya, sampai sekarang memang belum memungkinkan untuk nambang di situ,” ujar Tri di Jakarta seperti dikutip fajarpapua.com dari laman cnbc.indonesia.com, Selasa (6/1).
Insiden longsor di area tambang bawah tanah GBC terjadi pada September 2025, sehingga pemerintah mengambil langkah kehati-hatian dengan menghentikan sementara operasional dan melakukan evaluasi menyeluruh demi menjamin keselamatan kerja dan keberlanjutan tambang.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah masih mengkaji secara mendalam kelanjutan operasional tambang bawah tanah PTFI, khususnya pasca-insiden longsor tersebut.
Kajian ini juga menjadi dasar penilaian rencana Freeport untuk mengoperasikan kembali area tambang lain yang tidak terdampak longsor, yakni Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ).
Menurut Bahlil, struktur tambang bawah tanah Freeport sangat luas dan kompleks, sehingga setiap keputusan harus dilakukan secara cermat dan berbasis kajian teknis yang matang.
“Ada area yang tidak terkait langsung dengan longsor dan itu sedang dievaluasi. Keputusan tidak bisa diambil secara tergesa-gesa,” ujarnya.
Di sisi lain, Bahlil mengakui keterlambatan operasional tambang dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari penerimaan negara, keberlangsungan tenaga kerja, pendapatan daerah, hingga kontinuitas pasokan konsentrat untuk smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur.
Sebagai informasi, pada akhir Oktober 2025, tambang Big Gossan dan DMLZ telah kembali beroperasi setelah dinyatakan aman dan memenuhi standar keselamatan.
Sementara itu, pemerintah menegaskan pembukaan kembali tambang Grasberg Block Cave hanya akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dan teknis benar-benar terpenuhi. (red)






