BERITA UTAMAMIMIKA

Bupati John Rettob Ajak Seluruh Warga NTT di Mimika Bersatu Saat Hadiri Natal dan Tahun Baru Ikatan Keluarga Manggarai–Tirossa

70
×

Bupati John Rettob Ajak Seluruh Warga NTT di Mimika Bersatu Saat Hadiri Natal dan Tahun Baru Ikatan Keluarga Manggarai–Tirossa

Share this article
Bupati Johannes Rettob saat menyampaikan pada acara Natal dan Tahun Baru bersama Keluarga Martir Mimika.

Timika, fajarpapua.com – Bupati Mimika Johannes Rettob menghadiri perayaan Natal dan Tahun Baru bersama Ikatan Keluarga Manggarai–Tirossa (Martir) Kabupaten Mimika di Rumah Sagu, Jalan Irigasi, Kamis (8/1/2026).

Perayaan yang dibalut dalam pakaian khas masing-masih daerah itu diikuti ratusan warga dan sesepuh asal Manggarai–Tirossa Nusa Tenggara Timur

iklan

Dalam sambutannya, Bupati Rettob mengaku bersyukur bisa hadir ditengah kebersamaan keluarga besar Martir. Ia menilai dinamika kebersamaan warga NTT di Mimika perlu disikapi dengan bijak agar persatuan tetap terjaga.

“Ini momentum evaluasi. Kita upayakan tahun 2026 warga NTT bersatu. Terima kasih kepada keluarga Martir dan juga IKF yang telah mendukung kami pada Pilkada lalu. Terpaksa saya ambil peran sebagai mediator untuk menyatukan, ego kita tinggalkan demi Flobamora,” katanya.

Ia mengapresiasi komitmen Ikatan Keluarga Manggarai–Tirossa yang membuka ruang persatuan bersama seluruh warga NTT di Mimika demi menjaga keharmonisan sosial dan kedamaian daerah. “Saya akan upayakan dua kelompok ini bersatu tahun ini juga,” ujarnya.

Sementara Ketua Kerukunan Manggarai–Tirossa Ananias Faot dalam sambutannya menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga seluruh keluarga besar Manggarai–Tirosa dapat berkumpul merayakan Natal 2025 dan menyongsong Tahun Baru 2026 dalam suasana sukacita dan damai.

Ia mengatakan, Natal mengajarkan nilai kasih, kerendahan hati, dan pengharapan, dimana kelahiran Sang Juruselamat menjadi tanda terang mengalahkan kegelapan dan kasih lebih kuat dari segala perbedaan. Nilai-nilai ini perlu terus dihidupi dalam keluarga, kerukunan, dan kehidupan bermasyarakat.

“Atas nama pengurus, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia, donatur, dan semua pihak yang telah bekerja dengan tulus sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru ini terlaksana dengan baik,” ujar Ananias Faot.

Ia menegaskan Kerukunan Manggarai–Tirossa merupakan rumah besar bersama yang menjunjung nilai persaudaraan kaka agu ata, kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai. Momentum Natal dan Tahun Baru diharapkan menjadi sarana refleksi untuk memperkuat persatuan dan menghilangkan sekat-sekat perbedaan.

Memasuki tahun 2026, Ananias mengajak seluruh keluarga besar Manggarai–Tirossa untuk terus berkontribusi positif bagi lingkungan, gereja, dan masyarakat, serta menjadi teladan dalam menjaga toleransi, kedamaian, dan persatuan.

Ibadah Natal dimulai pukul 18.00 WIT yang diawali dengan tarian pujian Sounds of The Saints. Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga yang diambil dari Matius 1:18–25.

Renungan Natal disampaikan Pendeta Musa. Dalam kotbahnya, ia mengulas adat pernikahan bangsa Israel yang mengenal dua tahapan, yakni pertunangan dan hidup bersama. Ia menjelaskan masa pertunangan merupakan janji sakral, sehingga ketidaksetiaan pada masa ini dipandang sebagai pelanggaran serius.

Pdt Musa mengangkat kisah Yusuf yang memilih menceraikan Maria secara diam-diam sesuai hukum yang berlaku saat itu, hingga akhirnya menerima pencerahan dari Tuhan melalui malaikat. Yusuf kemudian diminta untuk tidak takut mengambil Maria sebagai istrinya karena anak yang dikandung berasal dari Allah dan akan dinamai Imanuel, Allah beserta kita.

Ia mengajak umat meneladani sikap Yusuf yang tidak cepat menghakimi, tetapi membuka diri terhadap kehendak Tuhan. Umat juga diajak untuk menyerahkan hidup kepada penyelenggaraan Tuhan, menjaga hati dengan firman Tuhan, serta tekun membaca Alkitab sebagai pedoman hidup.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *