Timika, fajarpapua.com – Ditengah ketegangan yang masih terasa, Bupati Mimika Johannes Rettob melangkah langsung ke jantung konflik di Distrik Kwamki Narama, Kamis (8/1).
Kehadirannya menjadi isyarat kesungguhan pemerintah daerah untuk merajut kembali benang-benang damai yang sempat terputus.
Langkah pertama Bupati Rettob mengarah ke kubu atas Newegalen. Di sana, ia disambut dengan terbuka, mendengar keluhan, menyerap kegelisahan, sekaligus menerima masukan yang lahir dari luka konflik.
Dari kubu atas, perjalanan dilanjutkan ke kubu bawah Dang. Sambutan hangat kembali diterima, disertai curahan isi hati dan harapan agar pertikaian segera berakhir.
Tidak sekadar mendengar, Bupati juga menyerahkan bantuan bahan makanan (Bama) kepada kedua belah pihak sebagai bentuk kepedulian dan upaya meredakan ketegangan yang masih tersisa.
Usai rangkaian pertemuan, Bupati Rettob mengatakan, kedatangannya dimaksudkan untuk memberi peneguhan dan penguatan agar kedua kubu segera melangkah ke meja perdamaian. Selain itu, ia turut meninjau langsung kondisi warga dari masing-masing pihak serta memantau kesiapan aparat keamanan di lokasi.
“Intinya saya datang ini hanya untuk memberikan keyakinan untuk melakukan pertemuan kedua belah pihak besok untuk tujuan berdamai,” katanya.
Ia menjelaskan, pertemuan lanjutan akan digelar setelah masing-masing kubu menyatakan kesediaan damai.
“Kemarin waktu saya temui satu-satu mereka sepakat damai, sekarang kita pertemukan keduanya. Betul tidak mereka mau berdamai. Kalau keduanya siap dan membuat surat pernyataan, langkah selanjutnya terserah mereka. Ada perdamaian yang dilakukan di lapangan, kita lihat perkembangannya,” tuturnya.
Terkait bantuan yang diserahkan, Bupati Rettob mengatakan, bantuan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap proses perdamaian, bukan untuk memperpanjang konflik.
“Pemberian Bama itu bukan untuk mendukung perang, tapi untuk mendukung perdamaian,” katanya. (ron)






