BERITA UTAMAMIMIKA

Tidak Lagi Ditoleransi, Polisi Bersihkan Kelompok Perang, Brimob Sterilkan Wilayah Kwamki Narama

51
×

Tidak Lagi Ditoleransi, Polisi Bersihkan Kelompok Perang, Brimob Sterilkan Wilayah Kwamki Narama

Share this article
Danyon Kompol Umbu Sairo bersama Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Rian Oktaria saat melakukan penyisiran terhadap kelompok-kelompok perang.

Timika, fajarpapua.com – Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah bersama jajaran Polres Mimika melakukan pembersihan terhadap kelompok-kelompok yang terlibat konflik di Distrik Kwamki Narama. Langkah ini dilakukan untuk mensterilkan wilayah tersebut dari aktivitas perang hingga ritual adat perdamaian dilaksanakan.

Komandan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah Kompol Umbu Sairo mengatakan, pihaknya melakukan sweeping dan memukul mundur kelompok-kelompok perang hingga keluar dari Distrik Kwamki Narama. Wilayah tersebut harus dalam kondisi steril dan aman sebelum proses perdamaian adat dilakukan.

iklan

Ia menekankan, seluruh persiapan dan komunikasi perdamaian dilakukan di luar lokasi konflik. Tidak boleh ada pembicaraan atau aktivitas di lokasi perang sebelum tercapai kesepakatan damai.

“Mereka tidak boleh berada di Kwamki Narama. Kami kejar terus dan memukul mundur kelompok-kelompok itu keluar dari Kwamki. Tidak boleh ada lagi yang bertahan di Kwamki sebelum perdamaian terlaksana yang dijadwalkan Jumat besok, agar tidak ada lagi korban,” katanya.

Danyon mengungkapkan, Brimob mengerahkan kekuatan penuh untuk membackup Polres Mimika dan jajaran Polsek.

Sebanyak tujuh pos pengamanan didirikan di beberapa titik strategis. Selain itu, terdapat empat pos pengamanan tambahan, salah satunya sempat dirusak namun telah diperbaiki.

“Dari Brimob kami kerahkan 200 personil dengan kekuatan penuh, belum ditambah personil dari Polres. Saat sweeping dan pengejaran, kami mengamankan barang bukti berupa panah, parang, serta senapan angin. Kami juga mengamankan belasan orang untuk selanjutnya diserahkan ke Polres Mimika,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan tugas, pihaknya menerapkan sistem Kejar, Tangkap, dan Periksa (KTP) dengan penyisiran secara intensif siang dan malam. Proses pengejaran dan penangkapan dilakukan oleh Brimob, sementara pemeriksaan ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika.

“Negara tidak boleh kalah. Kami datang untuk menciptakan perdamaian, namun justru mendapat perlawanan. Tidak ada lagi toleransi terhadap kejahatan. Kami menjunjung nilai kemanusiaan, tetapi jika melawan petugas, akan kami tindak tegas,” katanya.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *