Jayapura, fajarpapua.com – Puskesmas Sentani Kota setiap tahun masih menghadapi tantangan signifikan dari lima penyakit utama yang paling sering ditemukan pada masyarakat Kabupaten Jayapura.
Berdasarkan laporan dan data kesehatan masyarakat, lima penyakit terbanyak tersebut yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi atau tekanan darah tinggi, TBC (tuberkulosis), malaria, HIV, serta penyakit jaringan otot dan sendi lainnya.
“Lima penyakit ini ditemukan berulang pada masyarakat sehingga menyebabkan kunjungan warga berobat ke Puskesmas setiap hari cukup tinggi. Setelah dianalisis lebih detail, dua penyakit terbesar adalah TBC dan HIV,” ujar Kepala Puskesmas Sentani dr. Farid Yusuf di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, untuk penyakit TBC dan HIV, diagnosis dilakukan satu kali dan dilanjutkan dengan pengobatan rutin dalam jangka waktu cukup panjang. Pengobatan TBC, misalnya, berlangsung antara enam hingga 12 bulan. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak patuh atau tidak konsisten menjalani pengobatan TBC maupun HIV sehingga angka penurunan kasus belum terlihat signifikan.
Untuk kasus TBC, dalam satu bulan petugas Puskesmas Sentani menemukan sekitar 100 pasien dari 700 pasien yang datang berobat. Sementara itu, jumlah kunjungan pasien HIV telah mencapai sekitar 1.500 pasien.
Menurut dr. Farid, lima penyakit utama tersebut ditambah penyakit lainnya menyebabkan antrean pasien di Puskesmas cukup padat. Setiap hari jumlah pasien yang datang berobat berkisar antara 150 hingga 200 orang.
“Kunjungan masyarakat berobat di Puskesmas ini selalu tinggi. Setiap hari kami menerima 150 sampai 200 pasien sehingga diperlukan penambahan sarana pelayanan kesehatan, termasuk pemanfaatan puskesmas pembantu atau Pustu,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan terdekat di wilayah Sentani jika mengalami gejala sakit agar mendapatkan pertolongan lebih cepat. (hsb)






