BERITA UTAMAYPMAK

Gema Harmoni Papua Getarkan Ibu Kota, Symphony Amor SATP Timika Raih Juara Favorit di Ajang Internasional JDCI 2025

19
×

Gema Harmoni Papua Getarkan Ibu Kota, Symphony Amor SATP Timika Raih Juara Favorit di Ajang Internasional JDCI 2025

Share this article
Para tim marching band Symphony Amor saat berfoto bersama dan saat bertanding di ajang Jakarta Drum Corps International (JDCI) 2025.

Timika, fajarpapua.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Papua. Tim marching band Symphony Amor asal Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Timika sukses mencuri perhatian publik nasional hingga internasional pada ajang Jakarta Drum Corps International (JDCI) 2025 yang digelar di Jakarta, 20 Desember 2025.

Tampil pada kategori Senior Class Drumline Battle, Symphony Amor yang diperkuat 14 siswa SATP mampu bersaing ketat dengan tim-tim berpengalaman dari berbagai daerah dan negara.

Pada babak preliminary, Symphony Amor mencatatkan skor 78,8 dan menempati peringkat kedua, sekaligus mengantarkan mereka masuk jajaran lima besar terbaik dunia pada kategori tersebut.

Meski langkah terhenti sebelum babak final karena hanya empat tim teratas yang melaju, penampilan solid dan penuh energi anak-anak Papua justru mengantarkan Symphony Amor meraih Juara Favorit berdasarkan voting online masyarakat internasional.

Kepala Sekolah Asrama Taruna Papua Sonianto Kuddi mengatakan, capaian ini bukan sekadar kemenangan lomba, melainkan wujud nyata visi pendidikan SATP yang berorientasi global.

“Ini bagian dari perwujudan visi-misi SATP, bagaimana anak-anak Papua bisa berkompetisi secara global. Di bidang seni, mereka sudah membuktikan mampu tampil di level internasional dan mendapat pengakuan. Papua hadir, berkarya, dan dihargai,” ujar Sonianto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia, YPMAK, serta para guru dan pelatih yang terlibat langsung dalam proses panjang pembinaan siswa.

Sementara itu, perwakilan UPT Seni SATP Aurelia Marshal menjelaskan proses panjang yang dijalani sebelum berlaga di Jakarta. Setelah menerima undangan terbuka dari panitia JDCI, pihak sekolah bersama tim pelatih langsung melakukan koordinasi intensif.

Sebanyak 14 siswa terpilih menjalani karantina latihan sejak 5 hingga 15 Desember 2025, ditengah masa libur sekolah.

“Anak-anak ini tetap tinggal di asrama dan fokus latihan. Kami ingin mereka benar-benar siap secara teknis dan mental,” jelas Aurelia.

Pelatih marching band Symphony Amor Cristian Gosal menilai penampilan anak-anak SATP jauh melampaui ekspektasi, terlebih ini merupakan pengalaman pertama tampil di ajang internasional.

“Secara mental pasti ada rasa gugup, apalagi format lombanya battle. Tapi anak-anak mampu mengontrol diri, tampil rapi, tenang, dan musikal. Untuk pertama kali bermain di level internasional, hasil ini sangat luar biasa,” ungkap Cristian.

Ia menambahkan, jam terbang ke depan menjadi kunci agar para siswa semakin matang dan percaya diri menghadapi kompetisi besar.
Keberhasilan Symphony Amor juga tidak lepas dari dukungan penuh PT Freeport Indonesia melalui program kemitraan pendidikan dan seni.

Seluruh kebutuhan tim difasilitasi, mulai dari penerbangan Airfast rute Timika–Jakarta pada 16 Desember, akomodasi hotel, transportasi bus selama kegiatan, hingga kepulangan ke Timika pada 22 Desember 2025.
Dukungan serupa datang dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang selama ini konsisten mendorong pengembangan bakat generasi muda Papua di berbagai bidang.

Ajang Jakarta Drum Corps International (JDCI) dikenal sebagai salah satu kompetisi drumline bergengsi yang menghadirkan peserta dari berbagai negara dan menjadi tolok ukur kualitas marching band dunia.

Melalui Symphony Amor, anak-anak Papua membuktikan keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi. Dari Timika, harmoni itu kini bergema hingga panggung global, membawa pesan keberanian, disiplin, dan kebanggaan akan jati diri Papua. (moa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *