Timika, fajarpapua.com – Masalah tanah yang belum menemui titik penyelesaian kembali memicu pemalangan terhadap SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 7 Mimika, Rabu (14/1).
Pihak yang mengaku sebagai pemilik tanah memasang tiga spanduk di pintu masuk dan pagar sekolah. Tidak hanya itu, sejumlah pintu ruang kelas turut dipaku papan cor.
Akibat pemalangan tersebut, para siswa yang hendak mengikuti kegiatan belajar mengajar tidak bisa masuk dan memilih pulang, sementara sebagian lainnya masih bertahan di depan sekolah.
Ketegangan sempat terjadi antara pemilik tanah dan para orang tua siswa. Beberapa orang tua terlihat membongkar spanduk yang dipasang di pintu masuk sekolah. Aparat kepolisian yang berada di lokasi kejadian terus melakukan negosiasi dengan pemilik tanah agar palang dibuka dan aktivitas sekolah bisa kembali berjalan.
Pemilik tanah mengatakan, “Ini tanah punya kami dan hak kami, jadi tidak boleh ada aktivitas sekolah sebelum menyelesaikan pembayarannya.”
Sementara itu, salah satu orang tua siswa menyampaikan masalah tersebut tidak seharusnya mengorbankan anak-anak yang ingin bersekolah dan masih bisa dibicarakan dengan Pemerintah Daerah.
“Ini tidak boleh dilakukan. Saya bayar setengah mati supaya anak saya sekolah, kalian enak sekali tahan-tahan. Kalian semua bubar,” ucapnya dengan nada kesal sambil membongkar spanduk.
Hingga berita ini dipublis, aparat kepolisian masih melakukan negosiasi dengan pemilik tanah agar pemalangan dibuka dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung. (ron)






