BERITA UTAMAJayapura

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, SMK Negeri 5 Penerbangan Terapkan Pembelajaran Mendalam

11
×

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, SMK Negeri 5 Penerbangan Terapkan Pembelajaran Mendalam

Share this article
Guru SMK Negeri 5 Penerbangan saat mengikuti penerapan pembelajaran

Jayapura, fajarpapua.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pada awal semester genap tahun ajaran 2026, SMK Negeri 5 Penerbangan menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang dilaksanakan secara terstruktur.

Kepala SMK Negeri 5 Penerbangan Budi Riyanto mengatakan, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi proses pembelajaran secara berkelanjutan.

“Proses pembelajaran mendalam ini sangat penting, terutama bagi guru-guru di sekolah kami. Kegiatan ini kami laksanakan secara rutin setiap awal tahun pembelajaran, baik pada semester ganjil maupun semester genap,” ucap Budi Riyanto, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan berlangsung selama tiga hari. Dari kegiatan itu diharapkan para guru mampu menghasilkan produk pembelajaran yang siap diterapkan serta dievaluasi pada akhir semester.

“Harapannya, dalam tiga hari para guru dapat menghasilkan produk pembelajaran yang benar-benar siap diterapkan. Selanjutnya, pada akhir semester akan kami lakukan evaluasi sebagai bagian dari pembelajaran mendalam,” katanya.

Budi Riyanto juga menyampaikan, pada tahun 2025 SMK Negeri 5 Penerbangan telah ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai SMK Pusat Keunggulan Reguler. Penetapan tersebut memberikan dukungan pemerintah, khususnya dalam penguatan sarana dan prasarana pembelajaran.

“Kami bersyukur ditunjuk sebagai SMK Pusat Keunggulan. Perhatian pemerintah, terutama dalam penyediaan peralatan serta sarana dan prasarana pembelajaran, sangat membantu peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kami,” ujarnya.

Dalam pengembangan keunggulan sekolah, SMK Negeri 5 Penerbangan terus memperkuat model teaching factory berbasis industri. Pembelajaran dirancang menyerupai sistem kerja industri dan dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah.

“Keunggulan dari pembelajaran ini, siswa dipacu belajar sesuai kebutuhan industri. Untuk kompetensi seperti teknik logistik dan penerbangan, teaching factory menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Selain itu, pihak sekolah aktif membangun kolaborasi dengan dunia industri, khususnya sektor penerbangan, baik di Kabupaten Jayapura maupun di luar daerah. Salah satu bentuk kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Dirgantara Indonesia di Bandung pada akhir Desember lalu. (hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *