Timika, fajarpapua.com – Keberadaan wilayah tambang milik PT Freeport Indonesia membuat kinerja ekonomi Kabupaten Mimika menunjukkan tren positif.
Menurut data resmi yang dirilis Databoks – Katadata yang diperoleh fajarpapua.com, Kamis (15/1) mencatat Produk Domestik Regional Bruto atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) per kapita Mimika pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp 446,33 juta per kapita per tahun.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2023 dan lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2022.
Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan PDRB ADHB per kapita Mimika tercatat konsisten dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 16,84 persen.
Secara historis, pertumbuhan PDRB ADHB per kapita Mimika mengalami fluktuasi.
Dalam rentang 12 tahun terakhir, pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2021 dengan lonjakan 47,25 persen, sementara pertumbuhan terendah tercatat pada 2019 di angka -35,21 persen.
Tertinggi Papua Tengah
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Tengah, posisi Mimika berada jauh di atas daerah lainnya.
Bahkan, PDRB ADHB per kapita Mimika menjadi yang tertinggi di Papua Tengah dan menempati peringkat kedua tertinggi di Pulau Papua.
Berikut lima kabupaten dengan PDRB ADHB per kapita terbesar di Papua Tengah tahun 2024:
- Kabupaten Mimika sebesar Rp 446,33 juta/kapita/tahun.
- Kabupaten Nabire sebesar Rp 85,36 juta/kapita/tahun.
- Kabupaten Paniai sebesar Rp 22,57 juta/kapita/tahun.
- Kabupaten Deiyai sebesar Rp 16,59 juta/kapita/tahun.
- Kabupaten Puncak sebesar Rp 14,46 juta/kapita/tahun.
Perbandingan ini menunjukkan kesenjangan ekonomi yang cukup signifikan antarwilayah di Papua Tengah, dengan Mimika menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Tingginya PDRB ADHB per kapita Mimika tidak terlepas dari kontribusi sektor pertambangan dan penggalian yang masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Keberadaan industri pertambangan berskala besar, termasuk aktivitas PT Freeport Indonesia, memberikan dampak signifikan terhadap nilai tambah ekonomi daerah serta penerimaan pemerintah daerah melalui dana bagi hasil.
Selain itu, pembangunan infrastruktur, belanja pemerintah, serta aktivitas ekonomi turunan di sektor jasa dan perdagangan turut memperkuat struktur ekonomi Kabupaten Mimika.
Meski mencatatkan angka PDRB per kapita yang tinggi, tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata, terutama di wilayah pedalaman dan kampung-kampung.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan kekuatan fiskal dan ekonomi Mimika untuk mendorong pembangunan inklusif, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor non-tambang agar ketergantungan terhadap satu sektor dapat dikurangi. (mas)






