Timika, fajarpaua.com– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah Laut Arafura pada Rabu, 21 Januari 2026.
Peringatan tersebut disampaikan berdasarkan Prakiraan Angin Lapisan 3.000 Feet yang dirilis Kedeputian Bidang Meteorologi BMKG pada Selasa (20/1).
Dalam rilis resmi BMKG tersebut, terpantau adanya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, dekat perairan Australia, yang memicu peningkatan kecepatan angin di perairan selatan Papua, termasuk Laut Arafura.
BMKG mencatat kecepatan angin di Laut Arafura diprakirakan berkisar antara 30 hingga 39 knot atau sekitar 55–72 kilometer per jam.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan gelombang laut tinggi serta arus laut kuat yang membahayakan keselamatan pelayaran.
Selain pengaruh bibit siklon di selatan, BMKG juga menjelaskan pola angin di wilayah tersebut diperkuat oleh dinamika tekanan rendah di kawasan utara Indonesia, sehingga menyebabkan aliran angin semakin kencang melintasi wilayah perairan selatan, termasuk Laut Arafura.
Wilayah yang terdampak antara lain perairan pesisir Mimika, Merauke, Asmat, hingga wilayah perairan selatan Papua lainnya yang berbatasan langsung dengan Laut Arafura.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas nelayan tradisional, kapal kecil, serta transportasi laut antarwilayah pesisir.
BMKG melalui Kedeputian Bidang Meteorologi mengingatkan kondisi cuaca tersebut dapat berdampak langsung pada aktivitas pelayaran, perikanan, dan transportasi laut, khususnya bagi kapal nelayan dan kapal berukuran kecil.
Risiko yang dapat terjadi meliputi gangguan stabilitas kapal, penurunan jarak pandang akibat hujan lebat disertai angin, hingga potensi kecelakaan laut.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau nelayan dan pelaut yang beraktivitas di Laut Arafura untuk meningkatkan kewaspadaan serta menunda aktivitas melaut apabila kondisi angin dan gelombang menunjukkan peningkatan.
Masyarakat pesisir juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia.
BMKG menegaskan kewaspadaan dini dan kepatuhan terhadap informasi resmi cuaca merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem di wilayah perairan selatan Papua. (mas)






