BERITA UTAMAPAPUA

Front Mahasiswa Gelar Demo Damai Tolak Militerisme, Proyek Nasional dan Rencana Pemekaran DOB di Yahukimo

58
×

Front Mahasiswa Gelar Demo Damai Tolak Militerisme, Proyek Nasional dan Rencana Pemekaran DOB di Yahukimo

Share this article
Suasana aksi demo damai Front Mahasiswa Yahukimo Se Indonesia di Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Rabu (21/1).

Dekai, fajarpapua.com – Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia menggelar aksi demo damai di Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Rabu (21/1). Aksi tersebut menolak militerisme, pembangunan pos-pos militer, investasi, proyek strategis nasional, serta rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Yahukimo.

Sekitar 500 massa aksi terlebih dahulu berkumpul di kawasan Jam Kota Dekai, kemudian bergerak tertib dengan berjalan kaki melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Dekai. Massa menggunakan satu unit kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua.

iklan

Setibanya di Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, massa menyampaikan orasi, membacakan pernyataan sikap, serta menyerahkan dokumen aspirasi secara resmi kepada DPRD Kabupaten Yahukimo.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Yahukimo Minggituk Kobak S.Si usai menerima aspirasi mengatakan, DPRD menerima seluruh tuntutan yang disampaikan dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme dengan meneruskan kepada pemerintah pusat.

Ia juga mengapresiasi pengamanan yang dilakukan aparat keamanan sehingga aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib.

“Kami melihat aparat keamanan menjalankan tugas secara profesional dan humanis. Aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik dan situasi tetap kondusif. Ini penting untuk menjaga Yahukimo tetap aman dan damai,” katanya.

Selama aksi berlangsung, pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup oleh gabungan personel Polres Yahukimo, Brimob BKO Polda Papua, serta Satgas Operasi Damai Cartenz. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan tidak mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino mengatakan, Polri menghormati kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum sebagai hak konstitusional warga negara selama dilakukan sesuai ketentuan hukum.
“Polri hadir untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh masyarakat. Penyampaian aspirasi secara damai kami hormati, dan pengamanan dilakukan agar situasi kamtibmas di Kabupaten Yahukimo tetap kondusif,” ujarnya.

Sementara Kaops Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan, Operasi Damai Cartenz berkomitmen menjaga kedamaian Papua dengan memastikan setiap proses demokrasi berjalan aman, tertib, dan bermartabat.

“Operasi Damai Cartenz 2026 hadir untuk menjaga Papua tetap aman dan damai. Penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara yang harus dihormati. Tugas kami memastikan ruang demokrasi berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” ujarnya.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *