BERITA UTAMA

Satu Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Masih Dicari, Total Sembilan Korban Sudah Ditemukan

24
×

Satu Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Masih Dicari, Total Sembilan Korban Sudah Ditemukan

Share this article
Salahsatu korban pesawat ATR 42-500

Pangkep, fajarpapua.com— Hingga hari keenam Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR), satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Sementara itu, sembilan korban lainnya telah ditemukan di sekitar lokasi kejadian dan dua diantaranya telah berhasil diidentifikasi.

iklan

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif, mengatakan dari sembilan korban yang ditemukan, enam di antaranya berhasil dievakuasi pada Kamis (22/1) dalam kondisi tidak utuh.

“Total yang kita dapat sekarang sembilan korban. Hari ini enam yang berhasil dievakuasi,” ujar Muh Arif saat ditemui di Baseops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1).

Ia menjelaskan, penemuan korban dilakukan secara bertahap sejak hari pertama Operasi SAR.

Pada Minggu (18/1) dan Senin (19/1), masing-masing satu korban ditemukan dalam kondisi utuh.

Dua korban tersebut telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) sebagai Dedeh Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, serta Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari pesawat ATR 42-500.

Selain itu, satu body part atau potongan tubuh telah diserahkan kepada tim DVI pada Rabu (21/1) malam untuk proses identifikasi lanjutan.

Penyerahan Korban ke Keluarga

Setelah proses identifikasi dinyatakan selesai oleh tim DVI Polri, dua jenazah korban yang telah teridentifikasi secara resmi diserahkan kepada pihak keluarga.

Prosesi penyerahan berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, disaksikan oleh perwakilan Basarnas, DVI Polri, serta instansi terkait.

Jenazah Dedeh Maulana dan Florencia Lolita Wibisono selanjutnya diberangkatkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan oleh keluarga.

Pihak keluarga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja maksimal dalam proses pencarian dan identifikasi korban.

Sementara itu, enam korban lainnya yang ditemukan pada hari keenam pencarian masih menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI, mengingat kondisi korban yang tidak utuh.

“Enam korban yang ditemukan hari ini kondisinya tidak utuh. Ada setengah badan, ada kepala, dan bagian tubuh lainnya. Untuk visualisasi dan identifikasi, nanti akan ditentukan oleh tim DVI,” jelas Muh Arif.

Muh Arif menegaskan, Operasi SAR akan ditutup setelah satu korban terakhir berhasil ditemukan sehingga seluruh korban yang berjumlah sepuluh orang dapat dipastikan lengkap.

“Kalau kita dapat satu lagi, Operasi SAR ditutup karena korban sudah lengkap, total sepuluh orang,” tegasnya.

Meski demikian, ia menyebut Operasi SAR masih memiliki batas waktu sesuai ketentuan dan dapat diperpanjang bila diperlukan.

“Perpanjangan tergantung keputusan Kabasarnas,” tambahnya.

Terkait puing-puing pesawat ATR 42-500, Muh Arif mengungkapkan bahwa serpihan badan pesawat ditemukan berserakan di sekitar lokasi penemuan korban.

“Puing-puing berada di sekitar korban. Yang paling jauh sekitar 49 meter, sementara lainnya berjarak 20 hingga 30 meter,” pungkasnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *