Timika, fajarpapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Nabire mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Papua Tengah yang berlaku mulai Sabtu (24/1) hingga Senin (26/1). Salah satu perhatian utama tertuju pada perairan Kokonao yang diprediksi mengalami kenaikan tinggi gelombang.
BMKG mencatat, pada Minggu (25/1) tinggi gelombang di perairan Kokonao diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut disertai hembusan angin kencang dengan kecepatan gust hingga 24 knot sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.
Selain gelombang tinggi, kecepatan arus laut di perairan Timika terpantau cukup kuat, berkisar antara 35 hingga 71 sentimeter per detik dengan arah dominan ke Selatan dan Barat Daya.
Sementara itu, kondisi cuaca di Pelabuhan Pomako dan Amamapare pada Sabtu (24/1) didominasi berawan hingga berawan tebal dengan suhu udara 25–30 derajat celsius. Pada Minggu (25/1), kedua wilayah pelabuhan tersebut berpotensi mengalami hujan disertai petir dengan kecepatan angin mencapai 20 knot.
Untuk wilayah daratan Papua Tengah, BMKG juga mengeluarkan peringatan waspada hujan intensitas sedang hingga lebat di Kabupaten Intan Jaya, Paniai, dan Puncak Jaya. Kabupaten Puncak bahkan masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada hari ini, Sabtu (24/1).
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama kemunculan awan Cumulonimbus yang dapat memicu angin kencang dan peningkatan gelombang secara tiba-tiba.
Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal resmi BMKG lainnya serta mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas di laut maupun di wilayah pesisir.(fan)





