BERITA UTAMAMIMIKA

Hujan Salju Kedua Sejak 2023, Suhu di Grasberg Jobsite PT Freeport Indonesia Sempat Capai -3 Derajat Celsius

261
×

Hujan Salju Kedua Sejak 2023, Suhu di Grasberg Jobsite PT Freeport Indonesia Sempat Capai -3 Derajat Celsius

Share this article
Hujan salju yang menyelimuti kawasan Grasberg

Timika, fajarpapua.com – Fenomena alam langka kembali terjadi di wilayah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Hujan salju dilaporkan menyelimuti kawasan Grasberg, wilayah objek vital nasional tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Mimika.

iklan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, suhu udara di kawasan dataran tinggi terutama di Grasberg Jobsite sempat menyentuh minus 3 derajat Celsius pada pagi hari.

Salju turun sejak Senin (26/1) dini hari dan mencair menjelang siang seiring meningkatnya suhu.

Fenomena tersebut terekam dalam video amatir yang beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman yang diunggah akun Facebook Yonpis Tabuni, terlihat butiran putih menyerupai salju turun di area tambang, disaksikan langsung oleh para pekerja.

Hujan salju tersebut menarik perhatian karyawan PT Freeport Indonesia yang beramai-ramai mengabadikan momen, bahkan bermain salju dan berswafoto di kawasan Grasberg.

“Lagi turun salju,” ujar salah satu karyawan dalam video amatir yang beredar melalui jejaring media sosial Facebook pada Senin (26/1) kemarin.

Fenomena ini disebut semakin jarang terjadi dan menjadi perhatian karena diduga berkaitan dengan perubahan iklim global.

Menyikapi fenomena ini, Prakirawan BMKG Wilayah Timika, Marsareza, menjelaskan hujan salju terjadi saat wilayah Tembagapura diselimuti awan menengah tebal pada pagi hari.

Ia menyebut suhu di lapisan atas awan bahkan bisa mencapai minus 28 derajat Celsius.

“Memang untuk ketinggian seperti itu merupakan daerah kondensasi yang bisa membentuk butiran es. Jadi yang turun bukan lagi air, melainkan kristal es,” ujar Marsareza.

Menurutnya, kawasan Grasberg berada di ketinggian sekitar 2.500 hingga 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Faktor geografis ini membuat suhu udara di wilayah tersebut jauh lebih dingin dibandingkan daerah lain di Mimika.

“Awan menengah terdeteksi di ketinggian sekitar lima kilometer ke atas. Saat hujan turun di pagi hari, butiran yang jatuh masih berbentuk kristal es atau salju,” jelasnya.

BMKG mencatat, hujan salju di kawasan itu bukan kejadian pertama. Sejak tahun 2023, fenomena serupa tercatat telah terjadi sebanyak dua kali, khususnya pada pagi hari antara pukul 05.00 hingga 06.00 WIT, saat wilayah tersebut tertutup awan menengah tebal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan gangguan terhadap aktivitas operasional PT Freeport Indonesia.

Salju yang turun bersifat lokal dan sementara, serta cepat mencair saat suhu kembali meningkat.

Fenomena ini kembali menegaskan bahwa wilayah pegunungan Papua memiliki karakter cuaca yang unik dan ekstrem, meski berada di negara beriklim tropis seperti Indonesia. (mas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *