BERITA UTAMAJayapura

Seorang Penumpang KM Gunung Dempo Meninggal, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku

22
×

Seorang Penumpang KM Gunung Dempo Meninggal, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku

Share this article
Polisi ketika mengamankan situasi di Pelabuhan Jayapura

Jayapura, fajarpapua.com – Seorang penumpang Kapal Motor (KM) Gunung Dempo dilaporkan meninggal dunia saat kapal berlayar menuju Pelabuhan Laut Jayapura, Senin (26/1) malam.

Peristiwa tersebut sempat memicu kericuhan saat kapal sandar dan kini ditangani oleh Polresta Jayapura Kota.

iklan

Korban diketahui bernama Dony (25), seorang mahasiswa. Ia meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan sesama penumpang di Deck 7 bagian luar kapal. Perkelahian tersebut diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Reskrim Kompol I Dewa Gde Ditya menjelaskan, pihaknya langsung merespons laporan kejadian dengan mendatangi lokasi bersama personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura.

“Setelah menerima laporan, kami segera mengamankan situasi dan berkoordinasi dengan pihak PT Pelni, petugas keamanan kapal, serta keluarga korban agar proses penanganan berjalan kondusif,” ujar Kompol Dewa, Selasa (27/1).

Ia mengungkapkan, situasi sempat memanas saat kapal sandar di Pelabuhan Laut Jayapura.

Sekitar 50 orang keluarga korban berupaya naik ke atas kapal sehingga terjadi aksi saling dorong.

Namun, kondisi berhasil dikendalikan oleh aparat kepolisian melalui pendekatan persuasif dan dialog.

“Beruntung situasi dapat kami kendalikan tanpa terjadi eskalasi lebih lanjut,” jelasnya.

Kompol Dewa menegaskan pihak kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan mengedepankan nilai kemanusiaan.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban. Kami memahami duka dan emosi keluarga, sehingga langkah-langkah kepolisian dilakukan dengan mengedepankan dialog, empati, dan pendekatan humanis,” ujarnya.

Lebih lanjut, polisi telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban.

Ketiganya saat ini berada dalam pengawasan aparat dan menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Jayapura sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Kami pastikan penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas Kasat Reskrim.

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen menegaskan komitmen institusinya dalam menegakkan hukum secara adil sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami tidak mentolerir segala bentuk kekerasan, terlebih yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Namun kami juga mengedepankan pendekatan humanis kepada keluarga korban dan seluruh pihak yang terdampak,” tegasnya.

Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi serta menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Percayakan proses hukum kepada Polri. Kami akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab hingga tuntas,” pungkasnya. (hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *