Nabire, fajarpapua.com – Pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNS mengalami insiden saat hendak mendarat di Bandara Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/1).
Pesawat yang terbang dari Kaimana menuju Nabire tersebut terdorong angin kencang hingga keluar dari landasan pacu dan berakhir di perairan Pantai Karadiri sekitar Bandara Nabire.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui pesawat melakukan pendaratan di tengah kondisi cuaca berangin.
Saat roda pesawat menyentuh runway, hembusan angin kencang diduga mendorong badan pesawat sehingga kehilangan kendali dan tidak mampu berhenti secara normal di lintasan pendaratan.
Danpos Basarnas Nabire, Tri Joko Lalang Buana, memastikan peristiwa tersebut bukan kecelakaan jatuh, melainkan gagal pendaratan (crash landing) akibat faktor cuaca.
“Bukan jatuh, crash landing. Jadi dia keluar dari landasan,” ujar Tri Joko kepada awak media.
Ia menegaskan, angin kencang menjadi penyebab utama pesawat tergelincir saat pendaratan berlangsung. “Karena angin,” jelasnya.
Setelah kejadian, seluruh penumpang dan kru pesawat segera dievakuasi oleh petugas bandara dibantu unsur terkait serta masyarakat sekitar.
Tidak terdapat korban jiwa maupun luka serius dalam insiden tersebut.
“Kondisi korban selamat semua. Dari kabar teman-teman bandara, seluruh penumpang dan kru sudah diamankan,” tegas Tri Joko.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Basarnas Nabire bersama otoritas Bandara Nabire masih melakukan koordinasi untuk pendokumentasian kejadian serta memastikan keamanan area landasan pacu.
Aktivitas penerbangan di Bandara Nabire masih dalam pengawasan pihak berwenang. (red)
