Jayapura, fajarpapua.com— Pemerintah Provinsi Papua menekankan pentingnya kepemimpinan yang profesional, fokus, dan bebas dari kepentingan politik untuk membenahi serta menghidupkan kembali sepak bola Papua.
Hal itu disampaikan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat menerima Tim 9 Reformasi Sepak Bola Papua yang terdiri dari para senior Persipura Jayapura. Dalam pertemuan tersebut, Tim 9 memaparkan kinerja serta hasil pertemuan dan komunikasi dengan berbagai pihak di Jakarta.
Pada kesempatan itu, Tim 9 menyampaikan harapan agar Gubernur Papua dapat terlibat langsung dalam kepengurusan Asprov PSSI Papua.
Menanggapi aspirasi tersebut, Fakhiri menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung reformasi sepak bola Papua, namun tetap diperlukan pembagian peran yang jelas agar pengelolaan berjalan optimal.
Ia menjelaskan, tugas sebagai kepala daerah sekaligus Ketua KONI Papua membutuhkan fokus yang besar, sehingga kepemimpinan Asprov PSSI Papua dinilai lebih tepat dipegang oleh figur lain yang memiliki kapasitas dan waktu memadai.
Menurut Fakhiri, sosok tersebut harus mampu menjaga independensi olahraga, membangun sinergi dengan pemerintah daerah, serta memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan sepak bola, mulai dari usia dini hingga kompetisi antarklub.
“Sepak bola Papua harus dikelola secara terarah, kompetisi harus hidup, dan pembinaan harus berjalan berjenjang agar ke depan Papua terus melahirkan pemain-pemain profesional,” ujar gubernur, Rabu (28/1/2026).
Pemerintah Provinsi Papua menyatakan siap memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan Asprov PSSI Papua yang berorientasi pada pembinaan, prestasi, dan kemajuan sepak bola Papua secara berkelanjutan. (hsb)





