BERITA UTAMAPAPUA

Kerugian Capai Rp 22 Miliar, Polisi Catat Lebih dari 100 Bangunan Ludes Terbakar di Karubaga Tolikara

31
×

Kerugian Capai Rp 22 Miliar, Polisi Catat Lebih dari 100 Bangunan Ludes Terbakar di Karubaga Tolikara

Share this article
Bangunan yang terbakar

Jayapura, fajarpapua.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua mencatat lebih dari 100 unit bangunan milik warga ludes terbakar dalam peristiwa kebakaran hebat yang melanda wilayah Giling Batu hingga Kogome, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Rabu (28/1) kemarin.

Bangunan yang terbakar terdiri dari kios sembako, toko bangunan, rumah makan, kos-kosan, kios pakaian, hingga rumah tinggal masyarakat.

iklan

Api dengan cepat merambat akibat tiupan angin kencang serta keterbatasan sarana pemadam kebakaran di wilayah tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan, hingga kini penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh jajaran Polres Tolikara.

“Api cepat meluas karena angin cukup kencang, sementara keterbatasan sarana pemadam menjadi kendala utama dalam penanganan awal di lapangan,” ujar Cahyo, Kamis (29/1).

Dalam upaya pemadaman, aparat gabungan TNI-Polri bersama masyarakat setempat berjibaku memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya.

Bahkan, satu unit ekskavator diturunkan untuk membongkar bangunan di sekitar titik api guna memutus jalur rambatan kebakaran.

Selain itu, proses pemadaman juga dibantu dengan selang air dan mesin genset air yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat dan roda enam milik TNI-Polri serta masyarakat.

Penanganan dan penyelidikan kasus ini, kata Cahyo, dilakukan secara profesional dan transparan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak menyebarkan spekulasi terkait penyebab kebakaran, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan kejadian ini kepada Kepolisian,” tegasnya.

Menanggapi situasi tersebut, Polda Papua mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Sementara itu, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw menyampaikan pihaknya bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian dan mencegah api meluas ke kawasan lain.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 22 miliar,” ungkap Kapolres.

Hingga kini, situasi di lokasi kebakaran telah dapat dikendalikan, meski api belum sepenuhnya padam.

Proses pendataan bangunan terdampak masih terus dilakukan, namun belum maksimal karena sebagian pemilik bangunan mengungsi ke rumah keluarga masing-masing.

Sementara itu, pemilik rumah yang diduga menjadi titik awal munculnya api belum dimintai keterangan karena keberadaannya masih belum diketahui. (hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *