BERITA UTAMAMIMIKA

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan

240
×

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan

Share this article
Cuaca Mimika hari ini

Jakarta, fajarpapua.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi peringatan dini tinggi gelombang laut yang berlaku mulai 28 Januari 2026 pukul 09.00 WIT hingga 31 Januari 2026 pukul 09.00 WIT.

BMKG dalam keterangan resminya mengatakan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6–20 knot.

iklan

Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin dominan bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan 6–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan NTT dan Laut Arafuru.

Kondisi tersebut memicu potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan, diantaranya Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian tengah, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua, Samudra Hindia barat Aceh, Selat Karimata bagian utara, Laut Bali, Laut Flores, Selat Makassar bagian selatan, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat, serta Laut Banda.

Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang lebih tinggi berkisar 2,5 hingga 4,0 meter yang berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator pelayaran, untuk meningkatkan kewaspadaan. Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal feri berisiko ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

BMKG meminta seluruh pihak terkait terus memantau perkembangan cuaca maritim dan menyesuaikan aktivitas di laut ditengah potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *