BERITA UTAMAYPMAK

Dorong UMKM Lokal, YPMAK Siapkan Program Kopi Highland dan VCO di 2026

5
×

Dorong UMKM Lokal, YPMAK Siapkan Program Kopi Highland dan VCO di 2026

Share this article
Ketua YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka,

Timika, fajarpapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mematangkan langkah strategis guna memperkuat perekonomian masyarakat lokal.

Memasuki tahun 2026, YPMAK menyiapkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi yang menyasar pelaku UMKM dari masyarakat Amungme dan Kamoro (Amor) serta Lima Suku Kekerabatan.

iklan

Ketua YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, menyampaikan bahwa fokus utama program tahun mendatang diarahkan pada pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pembentukan koperasi kopi untuk mengoptimalkan potensi kopi dataran tinggi (highland) Mimika.

Menurut Leonardus, kopi dari wilayah highland memiliki peluang pasar yang sangat menjanjikan, seiring dengan pertumbuhan pesat usaha kafe di Timika. Kondisi ini dinilai sebagai peluang strategis bagi UMKM lokal untuk terlibat dalam rantai ekonomi yang lebih luas.

“Potensi kopi highland sangat besar. Saat ini kafe di Timika terus berkembang, sehingga YPMAK melihat peluang ini sebagai ruang bagi UMKM binaan untuk bertumbuh,” ujar Leonardus, Jumat (30/1).

Ia menjelaskan, selain mendorong peningkatan produksi, YPMAK juga akan menyiapkan mitra pemasaran untuk membantu distribusi dan promosi kopi hasil UMKM binaan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kopi khas Mimika ke pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Tak hanya sektor kopi, YPMAK juga merancang program pelatihan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) yang akan dikembangkan di Kampung Uta. Program ini menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pemanfaatan sumber daya alam setempat.

“Kami juga akan membentuk kelompok kerja atau Pokja di kampung-kampung. Program ini dijalankan secara bertahap, namun berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Leonardus menegaskan, keberhasilan seluruh program YPMAK tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dan dukungan semua pihak. Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar program yang dijalankan tidak hanya terlaksana, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dari karyawan maupun pihak lain. Program yang baik adalah program yang dijalankan bersama, bukan sendiri-sendiri,” tutupnya. (moa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *