BERITA UTAMAPAPUA

Mimika Belum Kebagian Subsidi MinyaKita, Bulog Nabire Siapkan 89 Ribu Liter Jelang Ramadhan

34
×

Mimika Belum Kebagian Subsidi MinyaKita, Bulog Nabire Siapkan 89 Ribu Liter Jelang Ramadhan

Share this article
Minyakita

Nabire, fajarpapua.com – Perum Bulog Kantor Cabang Nabire menyiapkan sekitar 89 ribu liter minyak goreng subsidi MinyaKita untuk menjaga stabilitas harga di Kabupaten Nabire menjelang bulan Ramadhan. Namun hingga kini, Kabupaten Mimika masih belum mendapatkan alokasi minyak goreng subsidi tersebut.

Kepala Bulog Cabang Nabire Abdul Azis di Nabire, Rabu, mengatakan, penyiapan stok MinyaKita merupakan bagian dari penugasan pemerintah guna mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng.

iklan

Untuk tahap pertama pada Januari, Bulog Nabire telah mendatangkan 43.200 liter MinyaKita kemasan satu liter. Dari jumlah tersebut, stok yang masih tersedia di gudang sekitar 16.000 liter. Sementara untuk tahap kedua, Bulog telah memesan sebanyak 73.344 liter yang dialokasikan untuk Februari.
Minyak goreng subsidi MinyaKita dijual kepada konsumen sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Distribusi dilakukan melalui pedagang yang tercatat dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Saat ini terdapat sekitar 15 pedagang mitra penjualan MinyaKita di Nabire dan seluruhnya terpusat di Pasar Kalibobo. Tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Ramadhan.
Bulog Nabire juga memperkuat pengawasan bersama pemerintah daerah. Setiap mitra penjual MinyaKita diawasi langsung oleh Dinas Perdagangan Provinsi Papua Tengah guna memudahkan pemantauan harga di lapangan.
Abdul Azis mengatakan, hingga saat ini Bulog belum menerima laporan adanya pedagang yang menjual MinyaKita di atas HET. Hasil pemantauan bersama di Pasar Kalibobo juga tidak menemukan pelanggaran harga oleh pedagang.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, harga minyak goreng di pasar Nabire terpantau stabil dan normal.

Jika ditemukan pedagang yang menjual MinyaKita di atas HET, Bulog akan langsung memberikan teguran karena sejak awal telah ditetapkan persyaratan larangan penjualan melebihi harga yang ditentukan pemerintah.

Namun demikian, stabilitas harga minyak goreng di tingkat provinsi masih menghadapi kendala. Pencatatan stabilitas minyak goreng di Papua Tengah saat ini terbagi pada dua kabupaten, yakni Nabire dan Mimika.

Kabupaten Mimika hingga kini masih belum mendapatkan alokasi minyak goreng subsidi MinyaKita. Bulog Nabire bersama pemerintah daerah terus berupaya agar Mimika juga memperoleh alokasi tersebut.

“Jika Mimika sudah mendapatkan minyak goreng subsidi, maka harga minyak goreng di Papua Tengah secara keseluruhan dapat dikategorikan normal,” kata Abdul Azis.(ant/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *