Timika, fajarpapua.com – Harga emas kembali menunjukkan tren penguatan signifikan. Memasuki awal tahun ini, harga emas tercatat menembus angka Rp2.520.000 per gram atau mengalami kenaikan sekitar Rp95.000 dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan harga tersebut mulai terasa sejak Desember 2025 dan terus bergerak naik seiring dinamika pasar global. Meski demikian, geliat transaksi emas di tingkat pedagang lokal masih terpantau stabil.
Salah satu pedagang emas, Syarif yang membuka toko di kawasan Bougenville Timika menyebutkan, penyesuaian harga dilakukan berdasarkan pemantauan pasar secara berkala. Fluktuasi global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas di daerah.
“Untuk ukuran emas 0,53 gram saat ini dijual dengan harga Rp1.335.600, sedangkan emas 5 gram mencapai Rp12.600.000 per keeping,” ujar Syarif, Sabtu (31/1).
Ia mengakui lonjakan harga kali ini cukup terasa jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Pada 2024, harga emas masih berkisar di angka Rp1.000.000 per gram, jauh lebih rendah dibandingkan kondisi sekarang.
Meski harga mengalami kenaikan signifikan, minat masyarakat untuk membeli emas belum menunjukkan penurunan berarti. Emas masih dipandang sebagai instrumen investasi yang aman dan bernilai jangka panjang, terutama ditengah ketidakpastian ekonomi global.
“Konsumen masih datang dan membeli. Sebagian untuk investasi, sebagian lagi untuk kebutuhan perhiasan dengan mencari model yang unik atau batangan,” tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan emas tetap menjadi pilihan utama masyarakat sebagai aset lindung nilai, meski harus ditebus dengan harga yang semakin tinggi. (moa)
