BERITA UTAMAYPMAK

Dua Siswa SATP Raih Predikat ‘Golden Winner Nasional’, Mengharumkan Nama Papua dari Mimika untuk Indonesia

15
×

Dua Siswa SATP Raih Predikat ‘Golden Winner Nasional’, Mengharumkan Nama Papua dari Mimika untuk Indonesia

Share this article
Rasman Aim dan Irson Yolemal, dua siswa SATP yang berhasil meraih juara I dalam Grand Final Global House: Olimpiade Nasional English, Science & Math 2025.

Timika, fajarpapua.com – Prestasi demi prestasi terus mengalir dari Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia.


Dari Mimika, Papua Tengah, dua siswa SATP membuktikan bahwa tekad, disiplin, dan pendidikan yang terarah mampu menembus persaingan nasional.

iklan


Dalam ajang Grand Final Global House: Olimpiade Nasional English, Science & Math 2025 yang diselenggarakan oleh Global House bekerja sama dengan Universitas Brawijaya pada 17 November 2025, dua siswa SATP sukses meraih predikat tertinggi Golden Winner Nasional (Juara 1).

Capaian ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan dan pembinaan yang dijalankan SATP dalam mencetak generasi unggul Papua.


Adalah Rasman Aim, siswa kelas VII SMP Taruna Papua Timika, yang tampil gemilang pada mata pelajaran Matematika. Di tengah ketatnya kompetisi dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Rasman berhasil menunjukkan ketajaman logika dan ketekunan belajar yang mengantarkannya ke podium tertinggi nasional.


Keberhasilan Rasman bukan sekadar kemenangan personal, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan prestasi akademik anak-anak Papua di kancah nasional. Ia membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk bersaing dan unggul.


Prestasi membanggakan juga diraih oleh Irson Yolemal, siswa kelas IV SD Taruna Papua Timika. Dengan kemampuan analisis dan pemahaman konsep yang kuat, Irson berhasil meraih Golden Winner Nasional kategori IPA. Penampilannya yang konsisten dan penuh percaya diri mampu mengungguli peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.


Capaian dua siswa ini menjadi suntikan semangat bagi seluruh keluarga besar SATP. Lebih dari sekadar piala dan medali, prestasi tersebut mencerminkan keberhasilan sistem pendidikan yang menekankan keseimbangan antara akademik, karakter, dan kemandirian.


Guru pendamping IPA SD SATP, Meike Paranna mengungkapkan keberhasilan Irson tidak lepas dari proses pembinaan yang terstruktur. SATP menurunkan delapan siswa dalam ajang tersebut, dengan pola pendampingan intensif.


“Dalam mengikuti Iven ini, SATP menurunkan 8 anak. Dimana untuk mengikuti kegiatan ini, para peserta didik mengikuti pendampingan tiga kali seminggu bersama pembimbing untuk membahas materi dan latihan soal, peserta didik juga membaca buku berisi ringkasan materi IPA secara mandiri di asrama.
Semoga Irson selalu semangat belajar demi menggapai prestasi yang lain ke depannya. Serta jadi contoh yang baik bagi teman-teman yang lain,” katanya.


Sementara itu, Guru pendamping Matematika SMP, Elvira Purba menyebut jumlah siswa SMP SATP yang mengikuti ajang ini sebanyak 9 orang. Mereka menjalani pendampingan rutin sebagai bagian dari persiapan kompetisi.


Peserta didik tersebut mengikuti pendampingan dua kali dalam seminggu bersama pembimbing untuk membahas materi dan latihan soal. Selain itu, peserta didik juga membaca buku berisi ringkasan materi Matematika secara mandiri di asrama.


“Semoga Rasman terus belajar dan tidak berbangga diri dengan prestasi yang ada dan menjadi inspirasi bagi teman-teman SATP,” ujarnya.


Ketua Pusat Prestasi SATP, Elpianus Paat, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja kolektif antara siswa, pembimbing, dan dukungan lembaga.


Keberhasilan ini lahir dari pendampingan intensif para pembimbing serta semangat belajar mandiri siswa. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YPMKA dan PT Freeport Indonesia atas dukungan yang memungkinkan lahirnya prestasi membanggakan ini,” ungkapnya.


Rasa bangga juga disampaikan oleh Kepala SATP, Sonianto Kuddi. Menurutnya, prestasi tingkat nasional yang diraih dua siswa tersebut mencerminkan nilai-nilai kedisiplinan dan kerja keras yang ditanamkan di SATP.


Keberhasilan ini bukan hanya bukti kecerdasan, tetapi juga kerja keras, kedisiplinan, dan dukungan dari YPMAK, PT. Freeport Indonesia, para guru, dan orang tua.


“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh murid terutama murid asli papua untuk terus berprestasi,” tuturnya.


Melalui kemenangan Rasman Aim dan Irson Yolemal, SATP kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang berperan aktif mencetak generasi Papua yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter. Dari Mimika, semangat juang itu terus tumbuh—membawa harapan bahwa anak-anak Papua mampu berdiri sejajar dan bersinar di panggung nasional, bahkan internasional. (ots-1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *