BERITA UTAMAYPMAK

YPMAK Perkuat Kapasitas Fasilitator, Dorong Percepatan Program Kampung Sehat di Mimika

84
×

YPMAK Perkuat Kapasitas Fasilitator, Dorong Percepatan Program Kampung Sehat di Mimika

Share this article
Foto bersama dalam kegiatan pelatihan Sanitasi Berbasis Masyarakat.

Timika, fajarpapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat kampung di Kabupaten Mimika.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni melalui pelatihan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

iklan

Bekerja sama dengan Yayasan Rumsram Coaching, YPMAK menggelar pelatihan fasilitator STBM tingkat kampung selama dua hari, 10–11 Februari 2026, di Kabupaten Mimika.

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas fasilitator lapangan agar mampu mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan di wilayah dampingan.

Direktur Yayasan Rumsram Coaching, Ishak Matarihi, menegaskan bahwa persoalan sanitasi dan kesehatan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Diperlukan keterlibatan bersama antara pemerintah, lembaga swasta, lembaga adat, gereja, pemerintah kampung, serta masyarakat.

“Masalah sanitasi masih sangat berkaitan dengan kesehatan anak, tingkat literasi, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama keberhasilan program,” ujarnya.

Ia menjelaskan, STBM memiliki lima pilar utama, yakni menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS), membiasakan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman, pengelolaan sampah, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga. Namun, implementasi di lapangan selama ini masih cenderung berfokus pada dua pilar awal.

“Melalui pelatihan ini, fasilitator diperkuat agar penerapan kelima pilar STBM dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dari program pendampingan yang telah berjalan, sebanyak lima kampung ditargetkan mencapai status Open Defecation Free (ODF) dalam waktu dekat, yakni Kampung Mioko, Aikawapuka, Amungun, Emkomahlama, dan Ohotya.

Sementara kampung dampingan lainnya diharapkan dapat menyusul pada tahun mendatang.

Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program YPMAK, Feri Magai Uamang, menilai penerapan STBM di Mimika menghadapi tantangan tersendiri karena berkaitan dengan kebiasaan hidup masyarakat yang telah berlangsung lama, baik di wilayah perkotaan, pesisir, maupun pedalaman.

“Perubahan perilaku tidak bisa instan. Diperlukan pendekatan sosial yang berkelanjutan serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan dinas terkait yang selama ini terus bersinergi dengan YPMAK dalam pelaksanaan berbagai program Kampung Sehat dan pemberdayaan masyarakat.

Pengalaman para fasilitator lapangan diharapkan menjadi modal penting untuk memperkuat strategi intervensi yang lebih efektif ke depan.

Melalui pelatihan ini, YPMAK bersama mitra pelaksana berharap sinergi antara lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin solid, sehingga upaya mewujudkan kampung sehat, bebas BABS, dan berkelanjutan di Kabupaten Mimika dapat tercapai secara bertahap. (moa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *