BERITA UTAMAPAPUA

Ambulans dan Puskesmas Hampir Dibakar OTK di Yahukimo, Warga Dekai Selamatkan Akses Berobat

79
×

Ambulans dan Puskesmas Hampir Dibakar OTK di Yahukimo, Warga Dekai Selamatkan Akses Berobat

Share this article
Polisi saat melakukan olah TKP.

Yahukimo fajarpapua.com – Ketegangan menyelimuti Jalan Seradala KM 04 Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Sabtu (14/2).

Dua unit ambulans milik Puskesmas Aplim nyaris dibakar orang tak dikenal. Ditengah ancaman itu, warga berdiri menjaga fasilitas kesehatan demi menyelamatkan satu-satunya akses berobat bagi masyarakat sekitar.

iklan

Peristiwa bermula Jumat malam pukul 21.05 WIT. Dua orang tak dikenal mendatangi area perumahan Puskesmas Aplim dan mengancam akan membakar bangunan serta kendaraan ambulans yang terparkir. Keduanya membawa bahan bakar jenis solar dalam botol air mineral berukuran 1.600 ml.

Menurut keterangan saksi Luter Matuan 40 Kepala Desa Kurima mengatakan, kedua pelaku sempat menyiramkan solar di sekitar ban belakang dua unit ambulans masing-masing jenis Triton warna putih dan Arena APV putih bernomor polisi PA 6434 Y.

“Kalau puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat,” ujarnya.

Warga kemudian berkumpul dan melakukan negosiasi agar pembakaran tidak terjadi. Untuk meredam situasi, saksi mengaku memberikan uang sebesar Rp500.000 kepada pelaku di jalan masuk puskesmas.

Setelah menerima uang tersebut, keduanya membatalkan aksi dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala.

Sabtu pagi pukul 09.25 WIT personel Satreskrim Polres Yahukimo dibackup Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 dipimpin IPTU Muhammad Mirwan bergerak menuju lokasi.

Tim melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti serta meminta keterangan para saksi.

Di lokasi, petugas menemukan satu botol air mineral diduga berisi sisa solar dan beberapa helai rumput kering yang terindikasi telah disiram bahan bakar.

Meski tidak ditemukan jejak kaki, titik siraman solar di sekitar ban kendaraan memperkuat dugaan percobaan pembakaran.

Usai olah TKP, dua ambulans tersebut dikawal menuju RSUD Dekai guna memastikan keamanan fasilitas layanan kesehatan tetap terjaga.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan, fasilitas kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga aparat tidak mentolerir ancaman terhadap layanan publik.

“Fasilitas kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap layanan publik, apalagi yang menyangkut keselamatan warga. Penanganan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai hukum,” katanya.

Ia memastikan kehadiran aparat tidak hanya penegakan hukum tetapi juga memberi rasa aman agar masyarakat dapat beraktivitas normal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga mengatakan, respons cepat personel menjadi kunci mencegah eskalasi.

“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak. Ambulans kami amankan, barang bukti disita, dan saksi diperiksa. Langkah cepat ini penting agar pelayanan kesehatan tidak terganggu dan masyarakat tidak diliputi ketakutan,” katanya.

Saat ini penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku. Polisi juga mengarahkan saksi membuat laporan resmi serta melengkapi administrasi penyidikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman.

Ketika ambulans hampir dibakar, yang terancam bukan hanya kendaraan tetapi juga akses hidup masyarakat.

Aparat berharap stabilitas keamanan di Dekai tetap terjaga sehingga pelayanan publik berjalan tanpa gangguan.(ron)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP