Dekai, fajarpapua.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Yahukimo menutup sementara seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Distrik Dekai mulai Rabu (18/2).
Penutupan dilakukan menyusul situasi keamanan yang dinilai tidak kondusif dan mengancam keselamatan tenaga medis.
Kebijakan diambil setelah digelar pertemuan antara Dinas Kesehatan, RSUD Dekai, Puskesmas Aplim, Puskesmas Dekai dan Puskesmas Brasa pada Senin (16/2) pukul 10.05 WIT di Kantor Dinas Kesehatan.
Pertemuan itu sendiri membahas sejumlah insiden yang berdampak pada keamanan fasilitas kesehatan, di antaranya percobaan pembakaran Gedung Puskesmas Dekai, percobaan pembakaran mobil ambulans Puskesmas Aplim dan Puskesmas Brasa, serta teror terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan.
“Fasilitas pelayanan kesehatan termasuk sarana pelayanan kesehatan swasta (apotek dan laboratorium) di Dekai tidak melakukan pelayanan untuk sementara waktu mulai hari Rabu, 18 Februari 2026, terkecuali UGD RSUD Dekai,” demikian penegasan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo, dr. Aser Wobolim seperti tertuang dalam surat Nomor 400.7/16/DINKES/2026 tertanggal 18 Februari 2026.
Selain itu, tenaga medis juga disebut mendapat tuduhan sebagai aparat TNI/Polri (intelijen). Dinkes Yahukimo dalam suratnya menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar.
“Menyatakan bahwa kami tenaga medis dan tenaga kesehatan bukan aparat TNI/POLRI (Intelijen),” tegasnya dalam surat tersebut.
Dinkes Yahukimo juga menyatakan pelayanan kesehatan akan kembali dibuka setelah adanya jaminan keamanan dari Pemerintah Daerah, pihak gereja, tokoh adat, dan masyarakat.
“Fasilitas pelayanan kesehatan akan melakukan pelayanan kembali setelah ada kesepakatan jaminan keamanan dari Pemerintah Daerah, pihak gereja, tokoh adat dan masyarakat,” bunyi poin kesimpulan dalam surat tersebut.
Penutupan sementara ini dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan agar pelayanan dapat kembali berjalan dengan aman dan kondusif di Kabupaten Yahukimo. (mas)




Komentar (0)