Timika, fajarpapua.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar asesmen kapasitas organisasi sebagai alat penilaian tata kelola dan fungsi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam percepatan penurunan stunting (PPS) di Horison Diana Hotel, Kamis (19/2).
Dalam mendukung PPS di Kabupaten Mimika, PTFI melalui Proyek PASTI-Papua Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia merupakan proyek yang didanai oleh PTFI dan didukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta dilaksanakan Wahana Visi Indonesia (WVI).
Proyek ini bertujuan mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan status gizi anak di Kabupaten Mimika, Nabire (Papua Tengah), dan Kabupaten Asmat (Papua Selatan).
Kegiatan asesmen dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Administrasi dan SDM Fransiskus Bokeyau, ditandai dengan pemukulan tifa dan diikuti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta stakeholder lintas sektor.
Tujuan kegiatan tersebut untuk mengukur tingkat kapasitas organisasi pada aspek tata kelola, kepemimpinan, perencanaan, pengelolaan program, sumber daya manusia, kemitraan, serta sistem monitoring, evaluasi dan pelaporan.
Selain itu, mengidentifikasi gap atau kesenjangan kapasitas organisasi dibandingkan dengan standar, regulasi, serta peran yang diemban dalam pelaksanaan program lintas sektor di daerah.
Kemudian menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja dan efektivitas organisasi dalam menjalankan mandat serta fungsi pelayanan publik.
Staf Ahli Fransiskus Bokeyau saat membacakan sambutan Bupati Mimika menyampaikan, stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Mimika.
Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kecerdasan, kesehatan jangka panjang, serta produktivitas generasi masa depan.
Oleh karena itu, upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Mimika telah berkomitmen untuk memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan konvergensi, yaitu penyelarasan intervensi gizi spesifik yang melibatkan seluruh sektor terkait,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, peran TPPS menjadi sangat strategis sebagai penggerak perencanaan dan pemantauan program di semua tingkatan koordinasi.
Kegiatan asesmen kapasitas organisasi yang dilaksanakan ini merupakan langkah penting dan strategis.
Asesmen bukan untuk mencari kekurangan semata, tetapi untuk menilai sejauh mana tata kelola berjalan efektif, mengidentifikasi kekuatan, tantangan serta area yang perlu diperbaiki, dan menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut yang lebih tepat sasaran serta berbasis kebutuhan nyata di lapangan.
“Pemerintah Kabupaten Mimika menaruh harapan besar agar TPPS mampu menjadi motor penggerak perubahan, memastikan program berjalan efektif, dan membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti proses asesmen secara terbuka, jujur dan konstruktif.
Hasil asesmen hendaknya dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran bersama untuk memperkuat kinerja TPPS, meningkatkan kualitas koordinasi lintas sektor serta memastikan intervensi percepatan penurunan stunting benar-benar menjangkau keluarga dan anak-anak paling membutuhkan.
“Semoga kegiatan asesmen ini menjadi wujud pengelolaan kinerja TPPS dalam mewujudkan Mimika yang lebih sehat, lebih sejahtera dan bebas stunting. Keberhasilan percepatan stunting tidak dapat dicapai oleh satu sektor saja. Diperlukan komitmen bersama, kerja kolaboratif serta kepemimpinan yang kuat di setiap level,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Yohana Arwam mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi PTFI dengan Pemkab Mimika dalam proses penurunan stunting di Kabupaten Mimika. Dengan adanya kerja sama ini diharapkan angka stunting dapat ditekan.








Komentar (0)