Oleh: Ipda Handry Kissinger Titaley (Kapolsek Jila)
Penerbangan perintis merupakan program krusial Pemerintah Kabupaten Mimika di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong. Program ini sangat vital dalam membuka isolasi wilayah Jila, dan saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen pemerintah dalam menyediakan subsidi penerbangan bagi masyarakat.
Namun, berkaca pada Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Polsek Jila tahun 2025, serta peristiwa penembakan di Mile 50 Distrik Kuala Kencana dan peristiwa kriminal di Papua Selatan pada tahun 2026, aspek keamanan bandara tujuan mutlak harus ditingkatkan. Mengingat karakteristik lapangan terbang (lapter) di Jila yang berada di area terbuka dan dikelilingi hutan, penguatan infrastruktur keamanan harus difokuskan pada hal yang bersifat taktis dan permanen.
Kami memiliki harapan besar dilakukannya pembangunan Pos Pengamanan Tetap sebagai basis personel di titik strategis lapter. Penempatan personel tetap dan kebutuhan logistik operasional pengamanan tentu memerlukan daya dukung yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah harmonisasi dalam perencanaan operasional penerbangan perintis yang lebih komprehensif.
Langkah strategis yang dapat ditempuh adalah dengan menitikberatkan pada kualitas pengamanan lapter sebagai pilar utama keberlanjutan layanan. Melalui konsep ini, penguatan aspek infrastruktur keamanan dan biaya logistik pengamanan dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari standar pelayanan penerbangan perintis.
Dengan demikian ini menjadi syarat mutlak untuk memastikan prosedur standarisasi keamanan lapter dapat berjalan dengan efektif, baik sebelum pesawat mendarat (landing) maupun setelah lepas landas (take off).
Jaminan keamanan ini bukan hanya untuk warga masyarakat, melainkan juga bagi awak pesawat (pilot dan kru) yang bertugas.
Prinsip kami jelas: “Salus Populi Suprema Lex Est” (Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi). Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama di atas aspek kelancaran konektivitas semata. Karena tanpa jaminan keamanan yang terstandarisasi, keberlanjutan layanan penerbangan jangka panjang bagi masyarakat justru akan menghadapi tantangan yang lebih besar.
Hal ini bertujuan agar penerbangan perintis menjadi sarana yang tidak hanya efektif, tapi juga aman bagi semua pihak. Saya percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat dan perencanaan yang matang, kita dapat menjamin keselamatan masyarakat dan awak pesawat, karena terwujudnya rasa aman adalah fondasi utama bagi kemajuan sebuah wilayah.








Komentar (0)