BERITA UTAMAEDITORIALPAPUA

Jenazah Honorer Setda Tambrauw Korban Pembunuhan Dipulangkan ke Sorong, TPNPB Klaim Bertanggung Jawab

695
×

Jenazah Honorer Setda Tambrauw Korban Pembunuhan Dipulangkan ke Sorong, TPNPB Klaim Bertanggung Jawab

Share this article
Jenazah saat dipulangkan ke Sorong

Sorong, fajarpapua.con – Jenazah Abraham Franklin Delano Kambu (22), honorer Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tambrauw yang menjadi korban pembunuhan di Distrik Fef, akhirnya dipulangkan ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Selasa (10/3).

Kedatangan jenazah almarhum disambut tangis haru keluarga, kerabat, serta masyarakat yang turut berduka atas kepergian pemuda asal Sorong tersebut.

iklan

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga saat jenazah tiba dan disemayamkan sebelum proses pemakaman.

Sebelumnya, korban dilaporkan mengalami insiden saat dalam perjalanan menuju Distrik Fef pada Minggu (8/3) malam.

Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kampung Banfot, Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw.

Di sisi lain, beredar berbagai informasi terkait peristiwa yang terjadi di wilayah tersebut pada waktu yang hampir bersamaan.

Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, menyatakan pihaknya menerima laporan dari Komandan Operasi KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw, Mayor Marthen Faan, terkait adanya kontak senjata antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan.

Menurut klaim yang disampaikan TPNPB, kontak senjata tersebut terjadi pada Minggu (8/3) sekitar pukul 19.00 WIT di wilayah antara Kampung Banfot, Distrik Fef dan Kampung Jukbi, Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw.

Namun demikian, pihak kepolisian memberikan klarifikasi informasi yang sempat beredar mengenai penembakan terhadap anggota Polri tidak benar.

Setelah dilakukan pengecekan dan verifikasi, korban dalam kejadian tersebut diketahui bukan anggota Polri, melainkan seorang pegawai pemerintah daerah bernama Abraham Franklin Delano Kambu yang juga dikenal dengan nama Lano.

Polisi menjelaskan terdapat dua peristiwa berbeda yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan di wilayah tersebut, sehingga menimbulkan kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat.

Salah satu kejadian disebut berkaitan dengan insiden kecelakaan di jalan, sementara isu mengenai penembakan terhadap anggota Polri dipastikan tidak benar atau hoaks.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan di tengah masyarakat.

Keluarga Korban Palang Jalan

Sementara itu, pada Selasa (10/3) pagi, keluarga dan kerabat almarhum sempat melakukan aksi pemalangan jalan di wilayah Kilometer 13, Kota Sorong.

Aksi tersebut dilakukan dengan membakar ban di badan jalan sebagai bentuk protes atas kematian korban.

Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas dari arah Kota Sorong menuju Kabupaten Sorong atau kawasan Aimas sempat terganggu.

Warga yang melintas diimbau menggunakan jalur alternatif, di antaranya melalui jalan belakang yang melintas di depan Kantor BPJS Kesehatan Kilometer 13.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan di tengah masyarakat, serta mengajak semua pihak menjaga situasi keamanan tetap kondusif. (red)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP