BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Karyawan PT Mpeigelah Tewas Ditembak OTK di Area Reklamasi Manado Dump Grasberg, Berikut Identitasnya

2720
×

Karyawan PT Mpeigelah Tewas Ditembak OTK di Area Reklamasi Manado Dump Grasberg, Berikut Identitasnya

Share this article
Ilustrasi

Timika, fajarpapua.com – Seorang karyawan kontraktor yang bekerja di area operasional PT Freeport Indonesia dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (11/3).

Korban diketahui bernama Simson Mulia yang merupakan karyawan dari CV Mpeigelah dan bertugas di lingkungan kerja perusahaan tambang tersebut.

iklan

Berdasarkan data yang diperoleh, peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 08.39 WIT di area Reklamasi Lama Manado Dump, kawasan tambang Grasberg.

Informasi awal kejadian disampaikan melalui radio emergency oleh Abraham, rekan kerja korban yang berada dalam satu kendaraan operasional jenis Light Vehicle (LV) bernomor lambung 4446 saat insiden terjadi.

Dalam laporan tersebut disebutkan saat keduanya sedang dalam perjalanan menuju lokasi kerja, korban tiba-tiba tidak sadarkan diri dengan luka di bagian kepala yang diduga akibat tembakan.

Korban kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit AEA yang berada di area tambang untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun berdasarkan informasi Departemen Security Risk Management PT Freeport Indonesia, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Hingga saat ini aparat keamanan masih melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kronologi lengkap kejadian serta mengungkap pelaku penembakan.

Usai kejadian itu, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Amole untuk pengamanan PT Freeport Indonesia (PTFI) Ajun Komisaris Besar Polisi Yendri langsung mengerahkan anggotanya menuju lokasi bekas tambang terbuka Grasberg.

“Sampai sekarang anggota masih berada di Grasberg dipimpin langsung oleh Kasatgas Amole. Sementara kami dari Polsek Tembagapura ada Kanit Patroli dan Kanit Reskrim juga ikut ke sana,” ujar Firman.

Ia belum bisa memastikan pelaku penembakan tersebut berasal dari kelompok mana.

“Dugaan sementara dari OTK, kami belum bisa pastikan pelakunya,” kata Firman.

Menyusul kejadian tersebut, pengamanan di area pertambangan PTFI semakin diperketat, mulai dari wilayah dataran rendah yang mencakup Pelabuhan Portsite Amamapare, Bandara Mozes Kilangin Timika, dan Kuala Kencana, hingga wilayah dataran tinggi mulai dari Tembagapura, hingga Grasberg.

Pada Februari lalu, seorang anggota TNI juga meninggal dunia akibat ditembak kelompok kriminal bersenjata di Mile 50, Distrik Tembagapura, saat dalam perjalanan dari Timika ke Tembagapura.

Dalam kejadian itu, tiga senjata api dibawa kabur oleh kelompok separatis KKB.(red/ant)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP