BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Pokja Program Kampung Aparuka 2026 Terbentuk, Warga Dorong Pengadaan Genset dan Pengembangan Kebun Pisang

75
×

Pokja Program Kampung Aparuka 2026 Terbentuk, Warga Dorong Pengadaan Genset dan Pengembangan Kebun Pisang

Share this article
Suasana pertemuan Pokja Program Kampung Aparuka 2026, Distrik Mimika Barat, Mimika, Papua Tengah.

Timika, fajarpapua.com – Masyarakat Kampung Aparuka, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus memperkuat upaya membangun kemandirian ekonomi kampung melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung tahun 2026 yang difasilitasi oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK).

Pembentukan Pokja ini menjadi langkah awal pelaksanaan Program Kampung yang didanai melalui Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia dan dikelola oleh YPMAK.

iklan

Program tersebut bertujuan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir melalui kegiatan produktif yang dirancang langsung oleh warga kampung.

Pertemuan pembentukan Pokja yang digelar pada Kamis (12/3) di Kampung Aparuka berlangsung dalam suasana musyawarah bersama masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta aparat kampung.

Dalam forum tersebut, warga tidak hanya memilih pengurus Pokja, tetapi juga menyampaikan berbagai usulan program prioritas yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Dorong Ekonomi Rumah Tangga

Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipar, menjelaskan Program Kampung dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang didanai harus berorientasi pada kegiatan ekonomi produktif yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.

“Program kampung ini tujuannya memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat. Jadi kegiatan yang dilakukan harus berkaitan dengan ekonomi sehingga bisa membantu kebutuhan dapur dan kehidupan masyarakat,” ujar Febri dalam sosialisasi tersebut.

Ia menjelaskan masa kerja pengurus Pokja berlangsung mulai Maret hingga Oktober 2026. Setelah program selesai dilaksanakan, pengurus diwajibkan menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) sebelum akhir tahun sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan dana.

Pada tahun anggaran 2026, Program Kampung di wilayah pesisir tetap mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 300 juta.

Dari total tersebut, Rp 240 juta diperuntukkan bagi kegiatan program masyarakat, sementara Rp 60 juta digunakan untuk biaya operasional program.

Keterlibatan Perempuan Jadi Prioritas

Salah satu prinsip penting dalam pelaksanaan Program Kampung adalah keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

YPMAK menetapkan setiap kegiatan dalam program ini harus melibatkan perempuan dengan porsi minimal 40 persen, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam pembangunan kampung.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena perempuan di wilayah pesisir Mimika memiliki peran strategis dalam mengelola ekonomi keluarga, termasuk dalam sektor pertanian kecil, pengolahan hasil kebun, hingga aktivitas perdagangan skala rumah tangga.

Usulkan Genset dan Kebun Pisang

Dalam diskusi yang berlangsung terbuka, masyarakat Kampung Aparuka mengusulkan sejumlah program prioritas yang dianggap dapat menunjang aktivitas ekonomi warga.

Salah satu usulan utama adalah pengadaan lima unit genset untuk memenuhi kebutuhan listrik di lima Rukun Tetangga (RT).

Warga menilai ketersediaan listrik sangat penting untuk menunjang berbagai kegiatan ekonomi maupun aktivitas rumah tangga di kampung.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pengembangan kebun pisang sebagai salah satu potensi ekonomi lokal yang dinilai memiliki prospek pasar.

Tanaman pisang dipilih karena relatif mudah dibudidayakan di wilayah pesisir dan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat jika dikelola secara kolektif.

Salah satu warga Kampung Aparuka, Antonius Kenaroke, berharap pengurus Pokja yang baru dapat menjalankan program secara transparan dan melibatkan semua unsur masyarakat.

“Kami berharap pengurus yang baru bisa bekerja dengan baik dan melibatkan semua pihak agar program yang sudah dibicarakan bisa berjalan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kampung Aparuka, Yonas Kenaroke, menegaskan pemilihan pengurus Pokja harus melalui kesepakatan bersama seluruh masyarakat.

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP