Timika, fajarpapua.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengusulkan 104 warga binaan berstatus narapidana memperoleh remisi khusus Idul Fitri 2026.
Kepala Lapas Kelas II B Timika Hernowo di Timika, Sabtu, mengatakan seluruh warga binaan yang diusulkan tersebut telah memenuhi ketentuan administratif serta menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan.
“Seluruh dokumen persyaratan sudah lengkap dan telah kami sampaikan kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk diproses lebih lanjut,” kata Hernowo.
Ia menjelaskan besaran pengurangan masa pidana yang diusulkan berbeda bagi setiap warga binaan sesuai dengan masa hukuman yang telah dijalani.
Dari total 104 orang tersebut, sebanyak 14 warga binaan diusulkan menerima remisi selama 15 hari, 67 orang memperoleh pengurangan masa pidana satu bulan, 16 orang satu bulan 15 hari, dan empat orang diusulkan menerima remisi dua bulan.
Selain itu, tiga warga binaan lainnya diusulkan memperoleh remisi susulan pada perayaan Idul Fitri tahun ini.
Hernowo mengatakan jumlah penghuni Lapas Kelas II B Timika saat ini mencapai 367 orang yang terdiri atas 251 narapidana dan 116 tahanan.
“Daya tampung lapas kami sebenarnya hanya untuk 266 orang, namun saat ini jumlah penghuni sudah mencapai 367 orang sehingga terjadi kelebihan kapasitas,” ujarnya.
Ia menambahkan pihaknya terus mendorong pelaksanaan program integrasi pemasyarakatan, salah satunya melalui usulan pembebasan bersyarat bagi narapidana yang telah memenuhi ketentuan.
Menurut dia, narapidana yang dapat diusulkan memperoleh pembebasan bersyarat harus telah menjalani setidaknya setengah hingga dua pertiga dari masa pidana yang dijatuhkan.
Selain itu, narapidana juga diwajibkan berkelakuan baik selama menjalani masa pembinaan serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan di dalam lapas.
Hernowo menambahkan pihak lapas juga memberikan pembinaan jasmani, rohani, serta pelatihan keterampilan kepada warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Salah satu program yang saat ini dijalankan adalah pembinaan di sektor pertanian melalui kegiatan penanaman berbagai jenis sayuran di lingkungan lapas.
“Kami melatih warga binaan untuk mengelola lahan pertanian seperti menanam sayur-sayuran. Hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi warga binaan,” kata Hernowo.(ant)








Komentar (0)