Jayapura, fajarpapua.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura mengimbau masyarakat agar memperhatikan cuaca dan kapasitas kapal yang mereka tumpangi saat mudik Idul Fitri maupun ketika bepergian ke tempat wisata.
Imbauan ini disampaikan mengingat curah hujan masih tinggi dan gelombang laut juga cukup tinggi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura menyiagakan sebanyak 117 personel dalam Siaga SAR guna mengawasi meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura Anton Sucipto mengatakan, curah hujan di wilayah Jayapura masih terus terjadi yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.
“Saat ini curah hujan di wilayah Jayapura masih terus terjadi yang bisa menyebabkan banjir dan longsor. Bahkan tinggi gelombang laut selama arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 2026 diperkirakan masih berlangsung. Kami telah menempatkan personel SAR di setiap pos siaga,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Anton menjelaskan, selama mudik Lebaran dan perayaan Idul Fitri, pihaknya memberi perhatian pada kenyamanan serta keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan aktivitasnya saat berada di bandara, pelabuhan, tempat wisata maupun ketika menggunakan transportasi umum.
Ia menambahkan, arus mudik di wilayah Papua tidak seramai di Jawa dan sekitarnya, namun tetap perlu dilakukan antisipasi.
Pasalnya curah hujan yang masih tinggi dapat memicu longsor, banjir maupun musibah lain yang berpotensi mengganggu pelaksanaan perayaan Idul Fitri.
“Personel SAR Jayapura telah melakukan siaga sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026 di wilayah Jayapura dengan menempatkan personel di beberapa pos siaga dan juga pos gabungan di bandara serta pelabuhan. Kami juga menyiapkan posko mandiri di Pantai Holtekam Jayapura untuk mengantisipasi kerawanan bagi masyarakat yang berlibur,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan posko di Pelabuhan Sarmi dan Bandara Wamena serta melakukan pemantauan di wilayah perairan.
Masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan diimbau agar memperhatikan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.
Anton menyampaikan, pelaksanaan Siaga SAR khusus ini juga mendapat dukungan dari berbagai potensi SAR di wilayah Jayapura dan sekitarnya, diantaranya Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Baznas, Saka SAR, Saka Wanabhakti serta unsur potensi SAR lainnya. (hsb)








Komentar (0)