Jayapura, fajarpapua.com – Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Papua, Jumat (2/10/2026). Dari jumlah tersebut, 10 SPPG berada di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), sementara tiga lainnya berada di wilayah non-3T.
Peresmian tersebut dilakukan secara serentak sebagai bagian dari penguatan pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk bagi masyarakat yang berada di wilayah 3T Papua.
Salah satu SPPG yang diresmikan yakni SPPG Kampung Harapan yang dikelola Yayasan Harapan Papua Ampili Inamendek di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN Wilayah II, Nurjaeni mengatakan, pihaknya mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Pemerintah Kota Jayapura dalam pembangunan SPPG.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung pembangunan SPPG di wilayah ini,” ujar Nurjaeni.
Ia mengakui, operasional sejumlah SPPG di beberapa daerah mengalami keterlambatan akibat berbagai kendala, termasuk persoalan hukum. BGN memastikan SPPG yang telah memenuhi persyaratan akan dioperasikan secara bertahap.
Nurjaeni menambahkan, di wilayah Papua Raya terdapat 36 SPPG yang siap mendukung pelaksanaan program MBG. Pengawasan terhadap kelayakan SPPG juga akan diperketat, terutama setelah adanya kejadian keracunan makanan dalam program MBG.
“Bagi SPPG yang tidak layak berdasarkan hasil audit akan ditutup secara permanen. Khusus di Papua ada empat SPPG yang ditutup secara permanen karena setelah diaudit kondisinya memang tidak layak untuk dibuka,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Yohanes Walilo mengatakan, kehadiran SPPG diharapkan dapat membantu memperkuat pelayanan program MBG di Papua, khususnya Kabupaten Jayapura.
Ia berharap SPPG dapat bekerja sama dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta BGN sehingga program nasional tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Pembangunan SPPG hendaknya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Kualitas makanan MBG yang disajikan harus menjadi perhatian seluruh SPPG maupun pihak yang terlibat,” pungkasnya.(hsb)







