Lewati ke konten utama

Dianiaya Berulang Kali, Israel Kurnia Burdam Kritis di RSUD Mimika, Keluarga Minta Pelaku Diamankan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
16.31 WIT2 menit baca867 dibaca
Korban saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Mimika.
Korban saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Mimika.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Israel Kurnia Burdam terbaring kritis di RSUD Mimika setelah diduga menjadi korban penganiayaan berulang kali oleh sekelompok pemuda di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (4/10/2026).

Keluarga menyebut Israel mengalami penganiayaan di beberapa lokasi setelah sebelumnya terlibat kesalahpahaman dengan sekelompok pemuda di kawasan Kompleks Timur, Distrik Mimika Baru.

Pihak keluarga, Jack Balubun, Selasa (6/10) mengatakan persoalan bermula dari kesalahpahaman antara Israel dan sekelompok pemuda di kawasan Kompleks Timur.

Menurut Jack, persoalan tersebut kemudian berkembang hingga terjadi aksi penganiayaan terhadap korban.

Melihat situasi kian mengkhawatirkan, Israel membawa sepeda motor milik salah satu pelaku ke Kantor Pelayanan Polres Mimika. Langkah tersebut dilakukan karena korban khawatir orang-orang yang terlibat dalam persoalan tersebut melarikan diri.

Namun, persoalan kembali berkembang setelah istri salah satu terduga pelaku membuat unggahan di media sosial yang menuding korban sebagai begal.

Jack mengaku langsung menghubungi perempuan yang memposting di medsos membantah tudingan tersebut.

"Saya langsung menghubungi yang bersangkutan dan mengatakan adik saya bukan begal. Setelah itu postingan langsung dihapus," kata Jack.

Setibanya di Kantor Pelayanan Polres Mimika, korban diarahkan petugas untuk mengambil kartu identitas. Israel kemudian meninggalkan kantor polisi dan kembali ke kosnya di Jalan Bougenville.

Saat kembali menuju Kantor Pelayanan Polres Mimika, korban diduga kembali dihadang sekelompok pemuda di depan Toko Rizky, Jalan Ahmad Yani.

Di lokasi tersebut, Israel kembali dianiaya hingga tidak berdaya. Korban kemudian dibawa kembali ke kawasan Kompleks Timur dan kembali mengalami tindak kekerasan.

Warga yang melihat kondisi korban kemudian memberikan pertolongan dan membawanya ke RSUD Mimika untuk mendapatkan perawatan medis.

Sekitar pukul 15.00 WIT, keluarga mendapat informasi dari pihak rumah sakit mengenai kondisi Israel. Keluarga kemudian mendatangi RSUD Mimika.

Jack mengatakan, sebelum tidak sadarkan diri, Israel sempat menceritakan kepada keluarga mengenai rangkaian kejadian yang dialaminya.

"Setelah mendapat informasi, kami sekeluarga langsung menuju RSUD. Korban sempat menceritakan kronologis kejadian, kemudian langsung tidak sadarkan diri sampai sekarang," ujarnya.

Akibat penganiayaan tersebut, Israel mengalami luka serius hingga kritis dan masih menjalani perawatan medis di RSUD Mimika.

Atas kejadian itu, keluarga telah membuat laporan polisi dengan nomor LP/B/1136/X/2026/SPKT/POLRES MIMIKA/POLDA PAPUA TENGAH, tertanggal 4 Oktober 2026.

Keluarga berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut dan mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan.

"Keluarga hanya ingin agar pelaku segera ditahan karena yang ditakutkan pelaku yang jumlahnya sekitar 20 orang bisa melarikan diri," kata Jack. (ron)