Lewati ke konten utama

ABK KM Akbar 02 Ditemukan Meninggal di Hiripau, Diduga Terkena Baling-Baling Kapal

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.05 WIT2 menit baca475 dibaca
Korban saat ditemukan meninggal dunia.
Korban saat ditemukan meninggal dunia.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Anak buah kapal (ABK) KM Akbar 02, Suryono alias Yono, ditemukan meninggal dunia di sekitar Pelabuhan Lokal Kampung Hiripau RT 05, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (8/10/2026) pagi.

Suryono sebelumnya dilaporkan hilang saat membantu proses pemindahan KM Akbar 02 dari dok menuju sungai pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIT.

Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumilena menjelaskan, saat itu korban bersama sejumlah rekannya sedang melakukan aktivitas menurunkan kapal. Setelah kapal berada di sungai, korban meminta pelampung dan berenang menuju seberang sungai untuk mengikat tali kapal.

Namun, tali tersebut tidak dapat ditarik sehingga korban kembali ke kapal. Suryono kemudian membantu mengikat tali pada perahu lain agar KM Akbar 02 dapat ditarik.

"Setelah itu, KM Akbar 02 ditarik oleh KM Mandiri, sementara beberapa rekan korban membantu mendorong kapal dari bagian belakang. Saat proses tersebut, korban tidak lagi terlihat oleh rekan-rekannya," ujar Iptu Alex.

Rekan-rekan korban sempat mengira Suryono berada di dalam kapal karena korban bertugas sebagai bas.

Sekitar pukul 18.00 WIT, rekan korban melihat anak Suryono berada di sekitar dermaga dan menanyakan keberadaan ayahnya. Anak korban mengaku tidak mengetahui keberadaan Suryono.

Anak korban kemudian diantar ke rumah dan pihak keluarga ditanya mengenai keberadaan Suryono. Dari keterangan istrinya, korban ternyata belum pulang ke rumah.

Rekan-rekan korban kemudian kembali melakukan pencarian di sekitar kapal dan kawasan pelabuhan. Namun, hingga malam hari Suryono belum ditemukan.

Sekitar pukul 21.50 WIT, Supardi bersama seorang rekannya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mimika Timur.

Personel Polsek Mimika Timur kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan. Namun, pencarian belum membuahkan hasil karena kondisi air sedang naik.

Pencarian kembali dilanjutkan pada Kamis pagi. Sekitar pukul 06.55 WIT, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Pelabuhan Lokal Kampung Hiripau.

Menurut Iptu Alex, hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diduga mengalami kecelakaan kerja dan tidak ditemukan indikasi sebagai korban tindak pidana.

"Diduga korban mengalami kecelakaan kerja, terkena baling-baling mesin kapal," jelasnya.

Saat proses evakuasi, petugas menemukan kondisi tubuh korban dalam keadaan terpisah. Hingga Kamis pagi, petugas masih mencari bagian tubuh berupa paha kiri yang belum ditemukan di area kolam dekat sungai.

Pencarian dilakukan menggunakan mesin alkon untuk menguras air di area tersebut sehingga memudahkan petugas mencari bagian tubuh korban.

Selanjutnya, jenazah Suryono dievakuasi ke RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak medis. Berdasarkan keterangan keluarga, jenazah korban direncanakan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) SP1. (ron)