Lewati ke konten utama

Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Pusat Ekonomi Kampung, Mimika Siapkan Limau Asri Timur

Redaksi Fajar PapuaPenulis
10.29 WIT3 menit baca24 dibaca
Semuel Yogi
Semuel YogiFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih diarahkan menjadi lebih dari sekadar gerai kebutuhan pokok. Program ini diproyeksikan sebagai pusat distribusi, pemasaran hasil produksi masyarakat, sekaligus penggerak kemandirian ekonomi kampung, termasuk di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan koperasi menjadi salah satu upaya membangun ekonomi masyarakat dari tingkat kampung.

Di Mimika, Kopdes Merah Putih Limau Asri Timur tengah dipersiapkan untuk menjalankan peran tersebut. Salah satu potensi yang menjadi perhatian ialah pertanian padi, dengan sasaran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan pasar di Timika.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Semuel Yogi, menegaskan pengembangan koperasi harus bertumpu pada potensi yang benar-benar dimiliki masyarakat.

“Potensi lokal harus digali. Tujuannya bagaimana menggerakkan ekonomi lokal supaya tumbuh,” katanya.

Ia mengajak masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan koperasi, tetapi juga terlibat sebagai anggota sekaligus pemilik. Dengan keterlibatan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki peran dalam pengambilan keputusan, pengawasan pengelolaan, dan pengembangan usaha.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan Kopdes Merah Putih dirancang untuk mengintegrasikan berbagai program pemerintah dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Fungsinya mencakup distribusi bantuan sosial, penyaluran pupuk bersubsidi, serta penyerapan hasil pertanian dan perikanan. Melalui sistem tersebut, koperasi diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan pasar.

“Koperasi ini dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi akan menjadi simpul distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan,” ujarnya.

Kesiapan operasional program secara nasional juga terus dimatangkan. Sebanyak 28.620 calon manajer dilaporkan telah menerima surat keputusan penempatan pada September 2026, dengan lebih dari 85 persen menyatakan siap bertugas.

Meski demikian, kesiapan sumber daya manusia perlu diikuti kemampuan mengelola usaha secara berkelanjutan. Koperasi harus mampu membaca kebutuhan pasar, mengembangkan produk unggulan, serta memastikan kegiatan usaha memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Asisten Deputi Pengawasan Penataan Usaha Kementerian Koperasi, Naslindo Sirait, menegaskan pembangunan fasilitas saja tidak menjamin keberhasilan koperasi.

“Di samping berfungsi menjadi gerai, kita juga berharap tempat ini dimanfaatkan untuk mendorong bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh,” ujarnya.

Kopdes Merah Putih Limau Asri Timur saat ini masih dalam tahap verifikasi, validasi, dan pelengkapan fasilitas pendukung sebelum resmi beroperasi.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan koperasi siap menjalankan fungsi usaha dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ke depan, tantangan utamanya adalah menerjemahkan konsep koperasi sebagai pusat ekonomi kampung menjadi kegiatan usaha yang benar-benar berjalan. Potensi pertanian padi, misalnya, perlu didukung produksi yang memadai, pengelolaan pascapanen, distribusi, serta kepastian pembeli.

Dengan pengelolaan profesional dan keterlibatan aktif masyarakat, Kopdes Merah Putih diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas baru, tetapi berkembang menjadi lembaga usaha milik warga yang produktif, transparan, dan mampu memperkuat ekonomi kampung di Papua.

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.