Lewati ke konten utama

Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika Bina 58 Siswa

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.25 WIT3 menit baca97 dibaca
Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika menujukan aksi baris berbarasis pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke I  Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika
Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika menujukan aksi baris berbarasis pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke I Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 MimikaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, Fajarpapua.com- Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah saat ini membina 58 siswa dari berbagai wilayah di daerah itu.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika Ajeng Wulandari di Timika,Sabtu mengatakan para siswa ini berasal dari berbagi wilayah dan distrik/kecamatan di Mimika diantaranya Distrik Kuala Kencana, Distrik Mimika Baru, Distrik Kwamki Narama,Distrik Mimika Timur hingga Distrik Mimika Barat Jauh.

"Jumlah tersebut terbagi dalam enam rombongan belajar. Para siswa menempuh pendidikan pada jenjang pendidikan SMP dan SMA," kata Ajeng pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika.

Ia mengatakan operasional dan pendampingan di sekolah itu didukung oleh tenaga pendidik dan pengasuh sebanyak 10 orang guru, empat orang wali asrama dan 12 orang wali asuh. Sementara tenaga pendukung terdiri dari 13 orang staf yang mencakup, juru masak, petugas kebersihan dan petugas keamanan.

"Sekolah rakyat menggunakan kurikulum nasional yang disesuaikan dengan pendekatan multi-entry dan multi-exit artinya siswa dapat masuk dan lulus sesuai dengan kecepatan belajarnya masing masing," ujarnya.

Siswa sekolah rakyat dijangkau tanpa melalui tes akademik melainkan data sosial. Melalui pola pembinaan terpadu, perkembangan kesehatan fisik dan karakter para siswa secara bertahap menunjukkan perubahan positif yang signifikan.

Kedisiplinan dan rasa percaya diri semakin bertumbuh yang terbukti dari partisipasi aktif mereka dalam berbagai ajang perlombaan antar siswa.

"Beberapa di antaranya telah berhasil meraih juara seperti juara umum tingkat kabupaten cabang atletik, dikukuhkan menjadi Paskibraka provinsi dan kabupaten dan beberapa prestasi lainnya dalam bidang seni dan olahraga," ujarnya.

Selain menerima pendidikan akademik di ruang kelas para siswa juga tinggal di lingkungan asrama yang aman dan teratur. Seluruh kebutuhan dasar anak dipenuhi dengan optimal, mulai dari asupan makanan bergizi, pemantauan dan layanan kesehatan berkala, hingga pendampingan selama 24 jam.

"Melalui bimbingan wali asuh, siswa dibekali dengan berbagai keterampilan hidup, pendidikan moral serta pendampingan emosional sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter, kuat dan siap menyongsong masa depan," tegasnya.

Kehadiran sekolah rakyat terintegrasi 76 Mimika merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam memberikan hak kehidupan dan pendidikan layak bagi anak anak di Mimika. Selain itu kehadiran sekolah rakyat juga untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Sekolah rakyat di rancang menjadi ruang tumbuh berdaya dan aman bagi anak anak pra sejahtera yang berada pada desil satu dan desil dua agar menjadi agen perubahan.Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika merupakan sekolah rintisan yang diresmikan dan mulai beroperasi pada 10 Oktober 2025.

Untuk sementara waktu sekolah tersebut masih menumpang pada bangunan Rumah Susun Wisma Atlet di kawasan kompleks olahraga bekas PON XX Papua di ruas jalan poros SP2 Kelurahan Timika Jaya.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.