Timika, fajarpapua.com – Aksi pemalangan sempat terjadi di kawasan Bandara Mozes Kilangin Timika, Mimika, Papua Tengah, Senin pagi (12/1/2026).
Aksi tersebut dipicu kekecewaan FPHS terkait kebijakan Peraturan Daerah (Perda) yang dikeluarkan Gubernur Papua Tengah mengenai pembagian saham 10 persen.
Kapolsek Kawasan Bandara Mimika Ipda Yusran J Milu mengatakan, aksi berawal dari ketidakpuasan massa terhadap hasil pertemuan mereka dengan Gubernur Papua Tengah di Nabire yang dinilai belum menemukan titik temu.
“Informasi yang kami terima, mereka sudah ke Nabire bertemu dengan Pak Gubernur, namun belum ada jawaban yang memuaskan. Mereka juga menyampaikan sudah membuat laporan ke Polda Papua Tengah,” ungkap Ipda Yusran.
Karena belum mendapatkan kepastian, massa kemudian melakukan aksi pemalangan sebagai bentuk protes. Bandara Timika dipilih karena dinilai sebagai objek strategis agar aspirasi mereka mendapat perhatian luas.
“Mereka menyampaikan kenapa melakukan pemalangan di bandara, karena Bandara Timika ini jika dipalang suaranya akan terdengar ke mana-mana,” jelasnya.
Menanggapi aksi tersebut, pihak kepolisian turun langsung ke lokasi dan meminta massa membuka palang demi menjaga kelancaran aktivitas penerbangan serta kepentingan masyarakat luas.
“Saya minta mereka membuka palang, lalu kita bicarakan baik-baik apa permasalahannya. Setelah itu saya laporkan ke Pak Kapolres dan menyarankan agar massa diarahkan ke Polres untuk dibuatkan surat resmi agar bisa dimediasi,” kata Yusran.
Ia menambahkan, jalur mediasi dinilai lebih tepat, baik melalui pemerintah daerah maupun DPR, agar persoalan yang disampaikan warga dapat dibahas secara resmi.
“Terkait bandara, saya sampaikan tidak boleh ada aksi di sini. Bandara adalah objek vital negara. Secara undang-undang juga tidak dibenarkan ada demo atau pemalangan karena menyangkut kepentingan masyarakat yang sangat luas,” ujarnya.
Ipda Yusran juga mengungkapkan, massa sempat menyampaikan kemungkinan akan kembali melakukan aksi jika hasil mediasi nantinya tidak memberikan kejelasan.
Namun demikian, situasi di Bandara Mozes Kilangin Timika dipastikan tetap aman dan kondusif. Aksi pemalangan yang dilakukan sekitar 30 orang tersebut berlangsung singkat.
“Pemalangan hanya berlangsung kurang dari setengah jam. Aktivitas di dalam bandara tetap aman dan tidak ada gangguan terhadap penerbangan,” pungkasnya. (moa)








Komentar (0)